Mengapa Air Laut Asin?




Air laut berasal dari sungai-sungai  yang bermuara di laut. Air sungai membawa sedikit garam mineral dari batu-batuan dan tanah dari tepian sungai. Air yang sedikit asin ini mengalir ke lautan. Air di laut berkurang karena menguap, namun garam di dalamnya tidak ikut menguap. Jadi air di laut makin lama makin bertambah asin.

Kadar garam pada air laut berbeda-beda. Kadar garam di laut sekitar 3,5%. Maksudnya dalam 1000 gram air laut terdapat 35 gram garam.  Garam minerat di laut paling banyak terdiri dari klorida dan sodium.

Air laut yang paling tinggi kadar garamnya adalah Laut Merah dan teluk Persia. Kadar garam di sana mencapai 4%. Hal ini karena tingginya panguapan dan sedikitnya aliran air sungai yang masuk ke laut.

Kadar garam air laut di daerah kutub rendah karena es di daerah kutub mencair dan banyak hujan sehingga mengurangi kadar garam.



Mempersiapkan Anak-anak Menghadapi Tahun Ajaran Baru




Tahun Ajaran baru akan segera dimulai. Baik untuk anak yang naik ke kelas yang lebih tinggi, atau pindah sekolah atau anak-anak yang baru mulai sekolah, tahun ajaran baru selalu menjadi transisi yang penting. Anak-anak akan menghadapi guru baru, tuntutan akademis yang lebih tinggi dan lingkungan sosial yang berbeda. Orang tua sebaiknya menyiapkan anak menghadapi tahun ajaran baru sehingga lebih mudah bagi anak-anak anda dan juga diri anda sendiri.

Membeli perlengkapan sekolah baru
Anak-anak memerlukan tas sekolah, sepatu, kotak makanan, botol minuman baru. Bila anak naik ke kelas yang lebih tinggi mungkin perlengkapan sekolah yang lama masih dapat dipakai. Namun anda mungkin perlu membeli beberapa perlengkapan baru. Selera anak-anak mudah berubah. Memakai tas dan sepatu model baru dapat mencerminkan gaya yang baru sehingga menambah semangat anak-anak.

Membeli buku-buku dan alat tulis
Anda mungkin harus menyediakan buku dan alat tulis baru. Bila mungkin ajaklah seluruh keluarga pergi membeli buku dan perlengkapan sekolah. Dengan demikian anak-anak merasa siap bersekolah kembali. Ia juga akan merasa bahwa anggota keluarga yang lain peduli dengan pendidikannya.

Untuk buku-buku pelajaran, anda lebih baik menunggu guru memberitahukan buku-buku mana yang harus dibeli di toko buku, karena mungkin beberapa buku dapat dibeli di sekolah atau dipinjamkan dari sekolah. Bila anda membeli buku di toko buku sebelumnya, bisa jadi buku yang anda beli tidak terpakai.

Mengajak anak melihat-lihat sekolah
Bila anak akan pergi ke sekolah untuk pertama kalinya, misalnya masuk TK atau SD, anda mungkin perlu mengajak anak ke sekolah beberapa hari sebelum hari pertama sekolah. Ajaklah anak melihat-lihat  tempat bermain, ruang kelas, perpustakaan dan toilet.

Perkenalkan anak kepada pegawai tata usaha dan guru-guru yang anda temui di sekolah, terutama dengan guru yang akan mengajar anak anda. Bila ada anak lain di sekitar rumah anda yang bersekolah di sekolah yang sama, perkenalkan kepada anak anda, sehingga ia merasa sudah mendapat teman sekolah baru.

Tidur lebih cepat sebelum hari pertama sekolah
Anak-anak cenderung berangkat tidur lebih malam dan bangun lebih siang selama liburan. Ajaklah anak tidur lebih awal beberapa hari sebelum hari pertama sekolah, sehingga mereka juga lebih mudah bangun lebih pagi. Hal ini untuk membiasakan anak kembali menjalani rutinitas berangkat ke sekolah.

Hari pertama dan minggu pertama
Pada hari pertama, usahakan mengantarkan anak lebih pagi ke sekolah. Siapkan pakaian dan perlengkapan sekolah, juga bekal lebih awal.
Untuk anak yang baru masuk TK, anda mungkin perlu menemaninya di sekolah selama beberapa hari. Persiapkan anak agar siap anda tinggalkan di sekolah pada hari-hari selanjutnya. Anda dapat mengatakan, “Kamu sudah mendapat banyak teman baru dan ibu guru juga sangat memperhatikan kamu. Kamu juga sudah bisa belajar. Besok kamu tidak perlu mama temani lagi ya.”

Pada beberapa hari pertama, pastikan anda menjemput anak anda lebih awal. Terlambat dijemput di sekolah akan membuat anak gelisah dan merasa tidak diperhatikan.

Nah, anak anda siap kembali bersekolah!

Permainan Acak Kata 2





Tunjukkan  kata-kata yang diacak.  Katakan kepada anak-anak, “Ini adalah sebuah kata .... (misalnya nama buah, alat musik dan sebagainya), tapi hurufnya tidak urut. Contohnya, rekuj ini artinya jeruk. Coba tebak, yang ini kata apa?”  Mintalah mereka menebak kata satu per satu. Kalau mereka bisa menebak, mintalah  mereka masing-masing menuliskan jawabannya.
rekuj - jeruk


Kata Kerja
alanj
inmum
uddku
acba
ragamb

Nama hewan
maya
umairah
agsni
jgaah
gebalnak

Nama buah
pale
uukd
gankan
urabmtna
mabuj

Nama bunga
temail
gerankg
wraam
obakjam

Nama alat musik
oilab
tigra
erotpmt
ipaon
mudr

George Washington (1722-1799)



George Washington adalah presiden pertama Amerika Serikat. Ia menjadi presiden selama dua kali masa jabatan.

George Washington lahir pada tanggal 22 Pebruari 1732 di Westmoreland County, Virginia. Ayahnya meninggal ketika George berusia sebelas tahun. George hanya sedikit mendapat pendidikan formal namun ia belajar menjadi tukang kayu yang hebat. Ia juga menjadi surveyor, yaitu orang yang menentukan batas tanah sesuai dengan akte tanah itu dan pembuat peta.

George banyak mendapat bimbingan dari kakak tirinya, Lawrence. Lawrence menjadi pengganti ayah sekaligus tokoh panutan bagi George.

Tinggi badan George lebih dari 180 cm, yang sangat jarang pada orang-orang di masa itu.     

George kemudian bergabung dengan militer Virginia. Ia dan enam orang lain melakukan perjalanan ke utara sejauh 500 mil ke tepi danau Erie untuk menyampaikan pesan kepada tentara Perancis untuk menghentikan usahanya merebut tanah yang dikuasai tentara Inggris. Perebutan tanah ini berkembang menjadi pertempuran dimana Geoge dan 160 orang tentara kalah dari tentara Perancis. Ini merupakan awal perang Perancis dan Indian. Tentara Inggris dan Kolonial berperang melawan tentara Perancis dan beberapa suku Indian.

Setelah melalui beberapa pertempuran, George menjadi kolonel dan memimpin tentara Virginia. Tentara Inggris akhirnya memenangkan perang Perancis dan Indian.

Pada tahun 1758, George terpilih menjadi wakil rakyat di badan pemerintahan lokal Virginia.

Untuk dapat membayar biaya perang Perancis dan Indian, pemerintah Inggris membebankan pajak yang tinggi  kepada warga kolonial. Hal ini membuat mereka marah. Mereka membuat revolusi di Boston, mereka membuang teh yang mahal ke pelabuhan Boston.

Pada tahun 1775 George dipilih menjadi panglima tertinggi tentara kolonial. Pada tanggal 4 Juli 1776 para kolonis menyatakan kemerdekaan mereka dari Inggris. Jenderal Washington memimpin tentara yang kurang latihan dan kurang persenjataan dan kalah jumlah dibandingkan tentara Inggris.

Berkat rencana George Washington yang cemerlang dan bantuan tentara Perancis, akhirnya tentara Inggris berhasil dikalahkan.

Pada 1787, George dipilih menjadi Presiden. Ia dipilih lagi pada tahun 1792. Ketika dipilih untuk ketiga kalinya ia menolak.

George Washington meninggal pada tanggal 14 Desember 1799 di rumahnya Mt.Vernon di Fairfax County, Virginia. Setelah ia meninggal, ibukota negara dipindahkan dari Philadelphia ke perbatasan antara Virginia dan Maryland di dekat kediaman George Washington. Tempat itu dinamakan Washington, District of Columbia untuk menghormatinya.

Mengajarkan Pengendalian Diri Kepada Anak-anak (Bagian 4) – Kemampuan Mengendalikan Kemarahan



Merasa marah adalah reaksi alami terhadap beberapa pengalaman yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Mengajarkan anak-anak bagaimana menangani emosi ini secara efektif pada usia dini akan meningkatkan kemampuan individu mereka untuk mengatasinya dan dapat meningkatkan toleransi mereka. Pada saat ini dimana kekerasan di sekolah dan masyarakat meningkat, mengajarkan anak-anak untuk secara efektif menangani kemarahan dan memilih tindakan sosial untuk memecahkan masalah adalah tugas penting untuk guru dan orang tua.

Mengajarkan anak-anak langkah-langkah pemecahan masalah:
  1. MENGENALI rasa marah (muka merah, tangan terkepal, kemungkinan anak menangis)
  2. MENGHITUNG sampai 10.
  3. MEMIKIRKAN kemungkinan tindakan yang dilakukan: 

  • Menghindar untuk saat ini.
  • Rileks dan menarik napas panjang beberapa kali.
  • Memberitahukan orang tersebut mengapa anda marah

    4. Melakukan pilihan yang terbaik.  

Aktivitas membedakan tindakan yang baik dan buruk
Anak-anak kecil dapat belajar memahami bagaimana mengenali pilihan mereka ketika menghadapi situasi yang memancing kemarahan dan mereka akan mempelajari kemampuan independen untuk mengambil keputusan sosial.Aktivitas ini membutuhkan kertas seukuran poster dan crayon atau spidol.
Petunjuk:
  1. Katakan kepada anak anda bahwa ia harus mendengarkan baik-baik karena ia harus memutuskan apa yang harus ia lakukan
  2. Buat dua kolom di kertas berjudul “Baik” dan “Buruk”
  3. Bacakan skenario pertama pada daftar di bawah dan mintalah anak memikirkan beberapa tindakan yang pernah ia lihat atau lakukan pada situasi yang serupa. 
  4. Kemudian mintalah ia memutuskan apakah tindakan itu baik atau buruk. (Mungkin anda perlu membimbing anak dengan bertanya, misalnya “Bagaimana wajah orang itu? Bagaimana sikap tubuhnya? Menurutmu bagaimana perasaan orang itu? Apa yang terjadi?

Akhirnya, beri tanda “X” besar pada kolom “Buruk” dan tulislah jawaban baik pada selembar kertas poster lain yang dapat digantung di suatu tempat (Kamar anak, ruang belajar, dll.) sebagai pengingat. Doronglah anak menggambar ilustrasi pada poster tersebut.
Contoh situasi:
  • Anak tetangga mengatakan sesuatu yang tidak kamu sukai tentang dirimu.
  • Temanmu merusakkan mainan baru yang kamu dapat ketika berulang tahun.
  • Mama tidak mengijinkan kamu pergi nonton film bersama temanmu dan keluarganya.

Bukan hanya anak marah, orang tua juga marah. Tunjukkan kepada anak-anak cara positif menghadapi kemarahan.
Kenali perasaan marah anda sendiri. Anak-anak dengan cepat merasakan bahwa anda marah. Mengatakan, “Mama marah. Mama kesal. Aku benar-benar marah,” mengajarkan anak untuk membicarakan perasaan marah mereka sendiri.
Jelaskan mengapa anda merasa marah. Anak-anak sering mengira merekalah penyebab kemarahan anda. Pernyataan seperti “Papa benar-benar marah karena mobil tidak dapat dihidupkan,”membantu anak memahami mengapa anda marah.
Hadapi rasa marah dengan positif. Anda dapat mengatakan kepada anak-anak, ”Mama benar-benar marah karena pot bunga itu pecah. Mama mau menenangkan diri sebentar di teras, kemudian kita akan membicarakan apa yang terjadi.”


Sumber:

Behavior Problems, Teaching Young Children Self Control Skills, The National Association of School Psychologists, http://www.nasponline.org/resources/handouts/behavior%20template.pdf



Permainan Si Buta

Permainan ini untuk mengajak anak-anak usia pra sekolah belajar menghitung dengan cara yang menyenangkan.






Bahan yang dibutuhkan:

  1. Kotak kardus, misalnya kotak sepatu
  2. Pisau untuk melubangi kotak
  3. Perekat: lem atau selotip
  4.  Benda-benda kecil untuk dihitung, misalnya koin, kancing, kacang dll.

Petunjuk:
  1.  Lubangi sisi kotak sehingga tangan anak dapat dimasukkan ke dalamnya namun anak tidak dapat mengintip
  2.  Lekatkan tutup kotak dengan lem atau selotip
  3.  Minta anak menutup mata atau membalikkan badan, masukkan koin atau benda lain yang anda pilih
  4. Minta anak memasukkan tangan ke dalam kotak dan menghitung benda-benda dalamnya.
  5.  Ulangi dengan jumlah yang berbeda atau benda yang berbeda
Selamat belajar dan bersenang-senang!

Legenda Rawa Pening (Cerita Dari Jawa Tengah)

Rawa Pening


Dahulu kala, warga desa Ngebel terkejut melihat seekor ular yang sangat besar. Karena takut ular itu akan menyerang mereka, warga desa beramai-ramai menangkap ular yang bernama Baru Klinting itu. Setelah tertangkap ular itu dibunuh dan dagingnya disantap dalam sebuah pesta. Hanya satu warga desa yang tidak mereka ajak menikmati pesta itu, yaitu seorang nenek tua miskin bernama Nyai Latung.
Beberapa hari kemudian muncul seorang anak laki-laki berumur sekitar sepuluh tahun. Ia tampak kumal dan tidak terawat, bahkan kulitnya pun ditumbuhi penyakit. Anak itu mendatangi setiap rumah dan meminta makanan kepada warga desa. Namun tak seorang pun memberinya makanan atau air minum. Mereka malah mengusirnya dan mencaci makinya.
Akhirnya ia tiba di rumah yang terakhir, rumah Nyai Latung. Di depan rumah reot itu Nyai Latung sedang menumbuk padi dengan lesung.
“Nenek,” kata anak itu, “Saya haus. Boleh minta air, nek?”
Nenek Latung mengambil segelas air yang diminum anak itu dengan lahap. Nyai Latung memandangi anak itu dengan iba.
“Mau air lagi? Kau mau makan? Tapi nenek cuma punya nasi, tidak ada lauk.”
“Mau, nek. Nasi saja sudah cukup. Saya lapar,” sahut anak itu.
Nenek segera mengambilkan nasi dan sisa sayur yang ada. Ia juga mengambilkan air lagi untuk anak itu, Anak itu makan dengan lahap, hingga tidak sebutir nasipun tersisa.
“Siapa namamu, nak? Di mana ayah ibumu?”
“Namaku Baru Klinting. Ayah dan ibu sudah tiada.”
“Kau tinggal saja di sini menemani nenek,”
“Terima kasih, nek. Tapi saya pergi saja. Orang-orang di sini jahat, nek. Hanya nenek saja yang baik hati kepadaku.”
Baru Klinting kemudian bercerita tentang warga desa yang tidak ramah kepadanya. Kemudian, ia pun pamit. Sebelum pergi, ia berpesan kepada Nyai Latung.
“Nek, nanti jika nenek mendengar suara kentongan, nenek naiklah ke atas lesung. Nenek akan selamat.”
Meskipun tidak mengerti maksud Baru Klinting, Nyai Latung mengiyakan saja.
Baru Klinting masuk ke desa lagi. Ia mendatangi anak-anak yang sedang bermain. Ia mengambil sebatang lidi lalu menancapkannya di tanah. Lalu ia memanggil anak-anak.
“Ayo... siapa yang bisa mencabut lidi ini?”
Anak-anak mengejek Baru Klinting namun ketika satu per satu mereka mencoba mencabut lidi, tak ada yang berhasil. Mereka pun memanggil anak-anak yang lebih besar. Semua mencoba, semua gagal. Orang-orang dewasa pun berkumpul dan mencoba mencabut lidi. Tetap tidak ada yang berhasil.
Akhirnya Baru Klinting sendiri yang mencabut sendiri lidi itu. Dari lubang di tanah bekas menancapnya lidi memancar air yang makin lama makin banyak dan makin deras. Orang-orang berlarian kalang kabut, Salah seorang membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya. Namun air cepat menjadi banjir dan menenggelamkan seluruh desa.
Nyai Latung mendengar bunyi kentongan di kejauhan, Ia teringat pesan Baru Klinting dan segera naik ke atas lesung. Baru ia duduk di dalam lesung, air sudah datang dan makin tinggi. Lesung itu terapung-apung. Nyai Latung melihat para tetangganya sudah mati tenggelam.
Setelah beberapa lama, air berhenti naik dan perlahan-lahan mulai surut. Lesung Nyai Latung terbawa menepi sehingga ia dapat naik ke darat. Hanya ia yang selamat dari banjir. Warga desa yang lain semuanya tewas.
Air tidak seluruhnya kering kembali namun meninggalkan genangan luas berbentuk danau yang sekarang disebut Rawa Pening. Rawa Pening terletak di daerah Ambarawa.
Rawa Pening luasnya 2670 hektare. Sekarang digunakan untuk pengairan dan budi daya ikan selain juga menjadi tempat wisata. Enceng gondok yang memenuhi permukaannya digunakan untuk bahan kerajinan dan keperluan lain. Sedangkan air sungai Tuntang yang berhulu di danau itu digunakan untuk pembangkit listrik. Namun sekarang Rawa Pening mengalami pendangkalan dan dikhawatirkan lambat laun akan lenyap bila tetap dibiarkan seperti saat ini.