Jawaban Teka-Teki Logika Katak Dalam Sumur

Selama 27 hari katak naik sejauh 1 meter. Pada hari ke 28 ia dapat melompat narik sejauh 3 meter dan mencapai bibir sumur, kemudian keluar dari sumur.
Jadi katak memerlukan 28 hari untuk keluar dari sumur.



Kura-kura yang Tidak Dapat Berhenti Bicara (Cerita dari India)



Seekor kura-kura hidup di sebuah danau. Ia suka menyelam di danau. Ia suka memanjat ke atas sebuah batu besar dan berjemur.

Namun yang paling disukainya adalah berbicara. Ia berbicara kepada anak-anak desa yang bermain di tepi danau, kepada ikan-ikan yang melesat di dalam air, kepada katak-katak di tepi danau, kepada bangau yang mencari ikan. Ia juga berbicara kepada monyet yang bergelantungan di pohon di tepi danau. Bahkan ia berbicara lebih banyak daripada monyet!

Kura-kura bicara, bicara dan bicara terus kecuali bila ia sedang tidur.

Pada suatu hari datanglah dua ekor angsa liar. Mereka mendarat dan beristirahat  di danau. Kura-kura langsung menghampiri mereka dan menyapa, “Hai, kalian bukan dari sini ya?”

Angsa-angsa itu menjawab dengan ramah. Mereka pun lalu mengobrol. Angsa bercerita bahwa mereka sedang dalam perjalanan pulang ke selatan.

Kura-kura bertanya, “Di mana kalian tinggal?"

“Kami tinggal di sebuah danau di atas bukit. Danau kami lebih besar dari danau ini. Airnya jernih. Pemandangannya juga indah,” kata salah satu angsa.
Kura-kura terus bertanya tentang danau tempat tinggal angsa. Akhirnya angsa mengajak kura-kura ikut pulang ke rumah mereka.

“Aku kan tak bisa terbang seperti kalian. Mana mungkin aku ikut?”

“Mudah saja, kita akan mencari sebuah tongkat, aku dan kakakku akan mengigit kedua ujungnya dan kau menggigit bagian tengahnya. Kami akan membawamu terbang.”

“Terima kasih, aku senang sekali bisa ikut dengan kalian. Sudah lama aku ingin pergi ke selatan.”

Mereka bertiga mencari sebatang tongkat. Mereka menemukan sebuah tongkat yang cukup kuat.

“Ayo kita pergi,” kata angsa yang lebih tua, “namun kau harus ingat, kau tak boleh berbicara selama kita terbang.”

“Benar,” sahut adiknya, “Bila kau membuka mulutmu, tongkat ini akan terlepas dan kau akan jatuh. Ingat ya, tak boleh bicara sepatah pun!”

“Ya, tentu saja aku akan ingat,” kata kura-kura, “Aku tidak akan bicara sepanjang perjalanan.”

Kedua angsa menggigit ujung-ujung tongkat dengan paruh mereka, dan kura-kura menggigit di tengah. Mereka pun berangkat ke selatan.

Mereka terbang di atas desa di mana anak-anak yang suka mengobrol dengan kura-kura tinggal. Kura-kura dapat melihat teman-temannya di bawah sana. Ia ingin berteriak, “Hei, aku pergi ke selatan!” untung ia dapat menghentikan dirinya tepat pada waktunya.

Salah seorang anak melihat kura-kura tergantung pada tongkat yang dibawa dua ekor angsa. Ia memberitahu teman-temannya. Mereka berkumpul dan menunjuk-nunjuk kepada kura-kura. Lalu seorang anak berkata, “Lucu sekali cara mereka bepergian.” Anak-anak yang lain tertawa.

Anak yang lain berkata, “Kura-kura kan tak bisa diam? Ia selalu bicara. Tak mungkin ia dapat menutup mulutnya selama perjalanan.”

Anak-anak itu tertawa-tawa lagi. Kura-kura tidak tahan lagi. Ia berteriak kepada mereka, “Siapa bilang aku....” Hanya itu yang sempat dikatakan kura-kura. Ia terlepas dari tongkat dan jatuh di dekat kaki anak-anak.

“Kasihan kura-kura, “ kata seorang anak, “ia tak dapat berhenti bicara.”

Bermain dengan Play-Doh, Fun dan Bermanfaat


Play-doh menyenangkan bagi anak-anak, dan anda mungkin tidak mengira besarnya manfaat bermain play-doh bagi perkembangan anak. Bermain play-doh meningkatkan kekuatan tangan dan jari-jari, ketrampilan dan kreativitas dan kemampuan motorik. Penelitian juga menunjukkan bahwa menggunakan tangan dan jari mensimulasi otak dan meningkatkan jumlah koneksi neural di otak. Jadi anak tidak hanya membentuk hewan atau makanan  dari play-doh, ia juga membentuk otaknya.


Bicarakan: Sambil membuat adonan play-doh, anda dapat membicarakan dengan anak, misalnya “Apa yang terjadi bila semua bahan ini dicampur?” “Sekarang kita tuang airnya, apa yang akan terjadi?”

Membentuk dan Mencium: Tambahkan aroma dari bahan pembuat kue misalnya, vanilla, jeruk, mint, strawberry dll), aroma bunga-bungaan atau rempah-rempah bubuk dari kayu manis, kulit jeruk dll pada adonan play-doh anda. Mintalah anak-anak menjelaskan bau yang mereka cium pada play-doh. Misalnya, “Yuk buat gajah dengan aroma jeruk... Coba, yang mana adonan berbau jeruk?” “Yang ini berbau kayu manis, menurut kamu bau kayu manis ini seperti apa?”

Membuat Manik-manik: Ajak anak-anak membuat manik-manik dari play-doh.  Minta anak-anak membuat manik-manik berbagai bentuk, warna dan ukuran. 
Buatlah lubang pada manik-manik dengan sedotan atau pensil. Ajak anak membandingkan warna, bentuk dan ukuran manik-manik. "Yang hijau itu agak lonjong. Lebih besar atau lebih kecil ya, dari yang kuning ini?"
Biarkan manik-manik mengering.  Rangkai manik-manik dengan benang atau tali sepatu membentuk kalung, gelang atau hiasan untuk digantung.

Warna: Doronglah anak untuk menggunakan beberapa warna dalam satu bentuk, misalnya kue ulang tahun yang berwarna biru, hijau, pink, orange. Ajaklah anak mencampurkan play doh dengan warna berbeda dan melihat warna baru yang terjadi."Kita ngga punya hijau. Kamu tahu ngga, warna biru dicampur kuning jadi hijau lho. Kita coba yuk!"

Membuat tekstur: Gunakan apa saja untuk menciptakan permukaan dengan  tekstur unik, garpu, tusuk gigi, kancing, kulit kerang.

Mencetak: Anda dapat mengajarkan anak menipiskan play doh dengan gilingan kue atau sebuah botol. Anak-anak dapat menggunakan cetakan kue untuk memotong play doh sesuai bentuk yang diinginkan. Beri hiasan, lalu keringkan. Tempelkan magnet pada bagian belakangnya dan anda dapat menempelkannya di kulkas.

Memotong: Anak-anak dapat belajar menggunakan gunting. Memotong kertas mungkin agak sulit karena anak sulit memegang dan memotong kertas. Tipiskan play doh dengan gilingan kue. Berikan gunting yang aman untuk anak. Play doh baik untuk belajar menggunting sebagai pengganti kertas.

Pada dasarnya bermain play doh mempunyai manfaat sebagai berikut:
·      Membantu memperkuat jari, tangan dan pergelangan
·      Meningkatkan kemampuan motorik
·      Meningkatkan kreativitas dan imajinasi
·       Membantu anak membentuk harga diri, tidak ada istilah salah atau benar dalam menciptakan berbagai  bentuk dengan play doh.

   




Anda dapat membuat Play-Doh sendiri.
Lihat caranya di artikel kami Membuat Play-Doh Sendiri

Jawaban TTS Matematika 2













2
3


2
1




2

1
1

4



1
5




4
1


0






1


8
3




2
8



2

1
7

5




4
4


5
2












KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK


“Kamu ngga pernah mendengarkan mama,” kita seringkali mendengar ini, sama seringnya dengan, “Mama ngga mau dengerin saya.” Padahal komunikasi yang baik membantu anak dan orang tua membentuk rasa percaya diri, perasaan harga diri dan hubungan yang baik dengan orang lain.

Cobalah beberapa tips berikut untuk membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.
  • Ajarkan anak mendengarkan. Sentuhlah anak dengan lembut sebelum berbicara dengannya, panggil namanya.
  • Berbicara dengan lembut, kadang-kadang berbisik sehingga anak ‘terpaksa’ mendengarkan. Mereka juga menyukainya.
  • Tataplah anak pada matanya sehingga anda tahu apakah mereka memahami apa yang anda katakan. Membungkuk atau duduklah sehingga anda sama tinggi dengan anak anda.
  • Praktek mendengarkan dan berbicara. Bicarakan kepada anggota keluarga apa yang anda lihat di TV, di taman atau toko, di mana saja. Ceritakan apa yang anda dengar di radio. Bicarakan dengan anak anda tentang sekolah, apa yang terjadi, pelajarannya, teman-temannya. Bicarakan juga minat nya, buku yang dibacanya, CD barunya, atlit idolanya, main bola dengan anak-anak tetangga di lapangan dekat rumah. Pendeknya, bicarakan apa saja.
  • Hormati anak dan gunakan nada bicara yang sopan. Bila kita berbicara kepada anak seperti kepada teman kita, anak kita lebih mudah menganggap kita sebagai orang yang dipercaya.
  • Pujilah anak-anak. Berikan pujian karena mereka bekerja sama dengan anda atau saudara mereka, atau untuk mengerjakan tugas-tugas kecil di rumah.
  • Gunakan ucapan-ucapan untuk memancing anak-anak untuk bercerita lebih banyak tentang apa yang mereka alami atau perasaan mereka, seperti, “Oh begitu ya, lalu bagaimana?” “Masa?” “Coba ceritakan lagi, mama belum ngerti, nih.”
  • Pujian membangun kepercayaan diri anak dan mendorong komunikasi. Kata-kata kasar akan menyakiti anak-anak dan mengajarkan bahwa mereka tidak cukup baik.
  • Kita tidak boleh menganggap anak terlalu besar untuk mendengar “I love you”, “Mama sayang kamu.” Mengatatkan “I love you” sangat penting. Anda dapat juga menuliskannya sehingga anak dapat membawa-bawanya.
  • Berikan perhatian sepenuhnya ketika anak ingin berbicara dengan anda. Letakkan buku yang anda baca, palingkan wajah anda dari TV, hentikan sejenak kegiatan yang sedang anda lakukan dan dengarkan anak anda.
  • Berikan pendapat anda tanpa memaksakannya kepada anak, tunjukkan kepada anak bahwa boleh saja ia tidak sependapat dengan anda.
  • Biarkan anak menyelesaikan apa yang ingin ia sampaikan sebelurm memberikan respon. Berbicaralah dengan anak anda, jangan menggurui, mengkritik, mengancam atau mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.
  • Bila anda tidak sepaham dengan anak anda, jangan berdebat untuk menentukan siapa yang benar, katakan, “Kamu mungkin ga setuju, tetapi begini pendapat mama.”

    Teka-Teki Logika Katak Dalam Sumur



    Seekor katak berada di dasar sumur sedalam 30 meter. Setiap hari ia dapat melompat ke atas setinggi 3 meter. Kemudian ia harus beristirahat. Pada malam hari ia tidur dan merosot 2 meter ke bawah. 

    Berapa hari yang ia butuhkan untuk keluar dari sumur itu?

    BILA BALITA TIDAK MAU BERBAGI


    Bila anda mempunyai anak balita, anda mungkin dihadapkan pada situasi yang agak memalukan karena anak anda tidak mau meminjamkan mainannya atau memaksa bermain dengan mainan anak lain.

    Jangan merasa bersalah karena anak anda tidak mau berbagi. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa apa yang dialami balita anda adalah bagian perkembangan anak yang normal dan akan membantu anak mempersiapkan tahap kehidupan selanjutnya. Berbagi adalah sebuah kemampuan yang dipelajari selama beberapa tahun.

    Anak-anak belajar dari menirukan orang lain. Gunakan setiap kesempatan untuk mengajarkan anak berbagi. Tawarkan makanan yang anda makan, ajak anak mengerjakan pekerjaan rumah. Sambil melakukan ini, anda jelaskan apa yang anda lakukan, misalnya “Mama punya kue, ini mama bagi kamu.” Berikan contoh bahwa anda juga berbagi dengan anggota keluarga yang lain.

    Berikan pujian bila anak mau berbagi dengan anak lain, misalnya, “Kamu hebat sekali mau meminjamkan boneka kepada Ocha. Senang kan, main bareng?”

    Bila anda tahu seorang anak akan datang ke rumah dan bermain bersama anak anda, mintalah anak menyimpan mainan yang tidak ingin dipinjamkannya. Tekankan kepada anak bahwa mainan yang tidak disimpan adalah untuk mereka berdua dan ia harus mau berbagi dengan anak yang lain itu.

    Alihkan perhatian anak dengan mainan lain atau panggil anak untuk bermain di tempat lain. Dengan begitu anda tidak perlu menyuruhnya meminjamkan mainannnya. Perhatikan pada saat dua balita bermain bersama, bila anda melihat kemungkinan bahwa anak akan berebut mainan, alihkan perhatian anak anda dengan mainan yang lebih menarik atau aktivitas yang lain.

    Bila anak anda bermain dengan tenang namun anak yang lain mencoba merebut mainannya, alihkan perhatian anak itu dengan mainan yang mirip atau sejenis dan bujuklah anak itu agar mau bermain dengan mainan yang anda bawa dengan mengatakan bahwa mainan itu bagus, misalnya, namun jangan berlebihan karena bisa jadi justeru sekarang mereka akan memperebutkan mainan  yang baru anda bawa itu.

    Bila situasi memburuk dan anak anda tidak mau mengembalikan mainan anak lain sedangkan si pemilik mainan itu sudah menangis atau marah, ambillah anak anda dan pergi menghindar. Anak mungkin akan mengamuk atau menangis, namun harus diingat bahwa andalah yang memegang kendali. Bawalah anak ke tempat yang tenang dan tunggu sampai ia tenang. Peluklah anak anda dan jelaskan bahwa anda tahu ia sangat menginginkan mainan itu, namun mainan itu milik orang lain.