Christopher Columbus (1451-1506)



Christopher Columbus lahir di Genoa, Italia pada tanggal 31 Oktober 1451. Ia anak sulung dari lima bersaudara dalam keluarganya. Ayahnya bekerja sebagai pemintal benang wol. Ia membantu pekerjaan ayahnya, namun ia selalu ingin pergi berlayar.

Columbus tidak banyak mendapat pendidikan formal di sekolah, namun ia belajar membaca dan menulis bahasa Spanyol selama perjalanannya. Ia juga belajar bahasa Latin karena pada masa itu semua buku Geografi di tulis dalam bahasa Latin.

Banyak orang mengira bahwa Columbus ingin membuktikan bahwa bumi ini bulat. Hal itu tidak benar. Pada waktu itu sebagian besar orang sudah mengetahui bahwa bumi bulat. Columbus ingin menemukan jalan kapal yang lebih pendek menuju India.
Selama delapan tahun Columbus memohon kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dari Spanyol untuk mendukung perjalanannya dengan kapal dan uang. Raja akhirnya menyetujuinya. Columbus mendapatkan tiga kapal, Santa Maria dan dua kapal yang lebih kecil, Pinta dan Nina. Ia menyiapkan perbekalan makanan untuk satu tahun. Dalam empat bulan Columbus siap berlayar.

Mereka meninggalkan Spanyol pada tanggal 13 Agustus 1492. Mereka hanya singgah satu kali, kemudian berlayar ke arah barat. Setelah hampir dua bulan, para awak kapal merasa putus asa dan ingin pulang.

“Tiga hari lagi,” kata Columbus. “Bila kita tidak melihat daratan dalam tiga hari, kita berputar dan pulang.”

Dua hari kemudian mereka melihat daratan, sebuah pulau yang kemudian oleh Columbus diberi nama San Salvador. Ia mengira menemukan India dan menyebut penduduk asli pulau itu Indian.

Ketika tiba di Cuba, ia mengira ia ada di Cina. Pada malam Natal, kapal Santa Maria mengalami kerusakan di dekat Haiti. Columbus membangun benteng dan meninggalkan 40 orang di sana untuk mencari emas. Kemudian ia kembali ke Spanyol dengan kapal Nina dan Pinta. Ia membawa banyak barang untuk ditunjukkan kepada Ratu Isabella, emas, mutiara, burung kakaktua dan enam orang Indian.

Banyak pelaut ingin ikut dalam perjalanan Columbus berikutnya. Mereka ingin mendapatkan emas dan kekayaan. Tahun berikutnya Columbus berlayar lagi. Kali ini ia memimpin 17 kapal dengan 1500 awak kapal. Sayangnya para awak kapal itu tidak menemukan banyak emas dan mereka kecewa. Mereka memenjarakan Columbus di Spanyol.

Ratu Isabella membebaskannya dan ia berlayar kembali ke Hispaniola yang sekarang dikenal sebagai Caribia. Ia tinggal di sana selama 10 tahun. Ia sangat kaya namun kesehatannya kurang baik. Ia kembali ke Spanyol dan meninggal pada tanggal 20 Mei 1506.

Columbus bukan hanya menemukan Dunia Baru, ia juga membukakan jalan bagi banyak penjelajah lain.

Hari Columbus diperingati pada setiap tanggal 12 Oktober di Spanyol. Sedangkan di Amerika, kecuali Kanada, hari Columbus diperingati pada hari Senin kedua dalam bulan Oktober setiap tahun. Pada tahun 2011 ini peringatan jatuh pada tanggal 10 Oktober 2011. Hari Columbus diperingati untuk mengenang kedatangan Columbus di benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492.

Jawaban TTS Matematika 3











9
4



3
9



8
1

5
2





3
7
6







2







1
0
7





9
4

2
3



1
9



6
4










Kisah Singa dan Tikus



Pada suatu hari, ketika seekor singa sedang tidur, seekor  tikus berlari-lari di sekitarnya. Tikus beberapa kali menginjak tubuh singa hingga ia terbangun. 
Singa menangkap tikus dan membuka mulut untuk memakannya.

“Tunggu,” kata tikus, “Jangan makan hamba Baginda. Hamba tahu hamba salah, hamba tidak akan mengganggu tidur Baginda lagi.”

“Baginda,” kata tikus lagi, “Ampuni dan lepaskan hamba, hamba berjanji akan menolong Baginda suatu hari nanti.”

Singa memegang tikus pada ekornya dan memandanginya. Ia tertawa dalam hati memikirkan bagaimana tikus itu kelak akan menolongnya. Namun ia tergerak oleh janji sang tikus dan melepaskannya.

Pada  suatu siang, singa berjalan-jalan dalam hutan. Tiba-tiba ia masuk perangkap pemburu.  pemburu pun menangkapnya dengan jaring besar dan mengikat jaring itu di pohon. Mereka kemudian pergi mengambil kereta untuk mengangkut singa itu.

Singa sedih dan putus asa. Ia berusaha melepaskan diri namun jaring itu terlalu ketat membelit tubuhnya hingga ia sulit bergerak.

Tiba-tiba ia merasa belitan jaring agak mengendur. Lalu ia mendengar suara pelan “Krrrket, krrekeett, ket,ket”

Suara aneh itu terus terdengar dan jaring terasa makin kendur.

Lalu, singa mendengar lagi. “Kett, krrrekett, ket, krekeeket, ket, kreket. Sabar, Baginda. Ket kret, sebentar lagi anda bebas. Kreket. Ket. kret”

Singa terkejut. Rupanya tikus menepati janjinya untuk menolongnya dalam kesulitan. Tikus menggigiti jaring sehingga berlubang cukup besar untuk mengeluarkan singa. Singa pun bebas.

Tolong Diandra Yuk!

Diandra siap berangkat ke sekolah. Tetapi, ketika ia membuka tas sekolahnya, ternyata tas itu kosong! Kemarin setelah mengerjakan PR, ia buru-buru pergi bermain sehingga lupa membereskan tasnya. Bantu Diandra yuk, agar ia tidak terlambat sekolah. Carikan alat-alat sekolahnya di antara benda-benda ini.

 

                                              
                                                                

                                         

                                   
   
           
               

TIP MEMUJI ANAK ANDA


Orang tua sering dibingungkan oleh berbagai pendapat tentang memuji anak. Banyak orang percaya memuji anak sesering mungkin sangat diperlukan untuk membangun harga diri anak. Banyak pula yang menasehati bahwa memuji anak hanya akan membuat anak besar kepala. Pujian sangat diperlukan anak untuk mengetahui hal-hal yang baik dan benar dari hal yang telah dia capai. Tetapi, pujian kosong tidak memberi manfaat, bahkan bisa merugikan.

Berikut ini beberapa tip untuk memberi pujian bagi anak.
  Berikan pujian bagi usaha, sikap, dan perilaku; bukan bagi karakteristik anak, misalnya cantik atau pandai.

  Berikan pujian segera setelah anak mencapai suatu tugas khusus, misalnya setelah ia menyelesaikan PR sendiri, katakan “Bagus sekali kamu bisa mandiri mengerjakan PR tanpa harus diingatkan.” Atau, ketika anak dengan tertib membuang bungkus snack di tempat sampah, katakan “Lila, Mama senang kamu bertanggung jawab membuang sampah pada tempatnya.”

  Ajak anak untuk mengevaluasi kegiatannya dan gunakan kesempatan tersebu untuk memberikan pujian. Ketika anak menunjukkan hasil menggambarnya pada Anda, jangan sekadar mengatakan “Bagus sekali.” Ajaklah anak berdiskusi mengenai gambarannya, apa yang dia gambar, mengapa dia memilih obyek itu, mengapa dia memilih warna tertentu, serta bagaimana perasaannya ketika dia menggambar atau menggunakan warna tertentu. Dengan demikian, Anda membangun keterampilan berpikir anak dan harga dirinya.

  Berikan pujian ketika anak melakukan hal baru. Penting sekali bagi anak untuk mendapat pengakuan ketika berhasil melakukan hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, seperti memakai pakaian sendiri atau mahir menggosok gigi.

  Pujian harus tulus. Jika Anda memuji terlalu sering, tanpa betul-betul memikirkannya, anak tidak akan percaya pada hal yang Anda katakan. Anak-anak sangat peka pada ketulusan orang tuanya. Ambil waktu sebentar untuk memikirkan hal yang akan Anda katakan.

  Sering-seringlah memuji usaha anak. Contohnya, “Ibu menghargai usahamu berlatih piano dengan tekun.” Demikian pula dengan belajar, puji anak ketika dia belajar tekun. Usaha anak untuk belajar lebih penting dari nilai ulangannya.

  Berilah pujian atas kemajuan kecil sekali pun. Segala perbaikan, sekecil apa pun, layak mendapat perhatian khusus. Dengan demikian, kita menunjukkan pada anak bahwa kita menghargai usaha anak, walaupun kadang salah-salah. Misalnya, anak mandi sendiri, tidak perlu diingatkan seperti kemarin. 
  
  Hindari pujian berekor. Kalimat pujian yang ditambahi kritikan pedas di belakangnya akan menghapus segala pujian positif. Misalnya, “Wah, Don…kamu baik sekali meminjamkan mainanmu pada adik, tidak jahat seperti kemarin waktu kamu pukul adikmu.”

Gambar:https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcRTjy5przDj8kQqgIU6e8QOb7fvYgYdj62Zp7tX_bG6ClavAKNekw






Artikel ini diambil dari Buku Successful Parenting, 41 Tip Mencetak Anak Cerdas Berkarakter karya Andyda Meliala, tersedia di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung dan toko buku kesayangan anda. Anda juga menghubungi nomor 0821 33 415 615.

Teka-Teki Angka Sudoku 4



4

1






4

3


Belajar Mengenali Emosi

Mengenali emosi sangat penting bagi anak-anak. Anak perlu mengenali emosi orang lain dan dirinya sendiri dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh. 

Ajaklah anak anda mencocokkan gambar di sebelah kiri dengan kata emosi di sebelah kanan.

                                                 Takut
       
                                              Kecewa
                                              Senang 

      
                                              Lelah 

                                               Bangga                                                   


                                               Bosan

                                                  Gembira