Kami membuka forum tanya jawab seputar masalah parenting.
Silakan ajukan pertanyaan mengenai masalah yang anda hadapi ke e-mail resourcefulparenting@gmail.com
Kami akan menayangkan pertanyaan yang menarik setiap hari Jumat.
Tanya:
Anak saya susah membangunkannya. Kami selalu terburu-buru sebelum berangkat sekolah.
Adakah caranya supaya anak bisa bangun pagi?
Jawab:
Ibu, dalam artikel "Menghindari Perang di Pagi Hari", kami membahas trik dan tip membangunkan anak agar fresh menghadapi hari yang baru. Silakan disimak di sini. http://resourceful-parenting.blogspot.com/2012/09/menghindari-perang-di-pagi-hari.html
Semoga bermanfaat.
Gambar: http://images.clipartof.com/small/432894-Royalty-Free-RF-Clipart-Illustration-Of-A-Caring-Mom-Putting-Her-Child-To-Bed.jpg
Reaksi Terhadap Kejadian Tak Terduga

Kejadian tak terduga seperti bencana dapat menyebabkan stres atau trauma dan dapat memberikan
dampak yang besar pada kesejahteraan psikologis seseorang. Orang mungkin
mengalami banyak reaksi fisik dan emosional yang berbeda-beda, dan bervariasi tergantung pada seberapa dekat
ia pada kejadian itu dan besarnya kehilangan yang dialaminya.
Reaksi umum yang dialami setelah kejadian yang
sangat traumatik meliputi:
- Tidak percaya bahwa kejadian buruk dapat terjadi pada diri sendiri atau orang-orang terdekat
- Merasa takut, sedih atau marah
- Merasa kewalahan
- Merasa mati rasa atau merasa terasing
- Menarik diri
- Cemas dan merasa bersalah
- Kesulitan memfokuskan perhatian dan konsentrasi
- Kesulitan membuat rencana ke depan
- Menangis
- Selalu teringat dan terbayang-bayang pada kejadian itu
- Mimpi buruk
- Sulit tidur atau kehilangan nafsu makan
- Terus menerus bertanya “Bagaimana jika waktu itu aku melakukan ini atau itu?” dan “Apa yang akan terjadi sekarang?”
- Memutar ulang kejadian itu dan menciptakan hasil-hasil yang berbeda untuk mempersiapkan diri bila kejadian serupa terjadi lagi
- Reaksi fisik seperti sakit kepala, nyeri perut dan jantung berdebar
Ada
beberapa cara untuk membantu anda dan orang-orang yang anda cintai kembali pulih
secara emosional setelah bencana. Di antaranya adalah:
1. Waktu
1. Waktu
Berikan waktu kepada diri anda untuk mengalami
emosi ini. Jangan berharap bahwa keadaan akan
kembali normal dalam sekejap.
2. Dukungan
keluarga dan teman
Berbicara tentang pengalaman traumatis anda
dapat membantu mengurangi beban anda.
3. Rutinitas
Kita memerlukan stabilitas setelah trauma, dan rutinitas sehari-hari dapat membantu menciptakan
stabilitas. Tidurlah secukupnya dan makanlah dengan baik. Merawat tubuh dapat membantu
Kita memerlukan stabilitas setelah trauma, dan rutinitas sehari-hari dapat membantu menciptakan
stabilitas. Tidurlah secukupnya dan makanlah dengan baik. Merawat tubuh dapat membantu
meringankan
stres anda
Reaksi terhadap kejadian tak terduga atau bencana biasanya sangat kuat pada minggu pertama setelah bencana. Pada sebagian besar kasus reaksi itu akan memudar seiring berlalunya waktu. Namun bila reaksi psikologis mengganggu kemampuan anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari di rumah atau setelah anda kembali bekerja, sebaiknya anda mencari bantuan psikolog atau konselor.
Sumber:
http://www.psychologytoday.com/blog/crisis-center/200809/common-reactions-disasters-and-ways-cope-them
Potong Kue (Teka-Teki Logika)
Nenek senang sekali, anak-anaknya datang bersama keluarga mereka. Anak pertama datang bersama
isteri dan satu anaknya, sedangkan anak yang kedua datang bersama suami dan dua
anaknya.
Nenek mempunyai sebuah kue bulat
besar dan ingin memotongnya agar setiap orang mendapat satu potong dan supaya
adil, potongannya harus sama besar. Tapi nenek juga tidak mau repot, ia hanya akan
memotong dengan 3 irisan saja.
Bagaimana nenek memotong kue itu?
Gambar: http://us.123rf.com/400wm/400/400/dmiskv/dmiskv1210/dmiskv121000271/15860661-grandmother-with-cake.jpg
Quotation
-Andyda Meliala
Gambar: http://givinglifeonline.com/wp-content/uploads/2012/02/happy-parents.jpg
Anak Menggigit Kuku
Menggigit kuku adalah masalah yang umum
terjadi pada anak-anak. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari stres, kecemasan,
kesepian, dan bosan, hingga kekurangan asupan kalsium.
Menggigit kuku termasuk kebiasaan yang
timbul karena rasa gelisah yang juga meliputi menghisap jempol, menarik rambut,
menggertakkan gigi. Di antara kebiasaan-kebiasaan ini, menggigit kuku merupakan
kebiasaan yang paling umum terjadi dan paling sering berlanjut hingga usia
dewasa.
Kebiasaan menggigit kuku sering terjadi
pada anak yang mengalami stres di rumah dan di sekolah. Keluarga yang kurang
harmonis, pindah ke sekolah baru atau menghadapi pelajaran baru adalah contoh
masalah yang sulit dihadapi anak dan menimbulkan stres.
Kebiasaan
ini dapat menimbulkan masalah fisik dan psikologis. Kuku dan kutikula yang
digigiti sering terluka dan dapat menyebabkan infeksi. Bakteri dan virus dapat
berpindah dari jari-jari ke wajah dan mulut dan membuat anak rentan infeksi.
Menggigit kuku membuat gigi tumbuh tidak rata dan kurang sehat. Penampilan kuku
yang digigiti juga sering membuat anak malu dan menambah kecemasan dan stresnya.
Bagaimana menghentikan
kebiasaan menggigit kuku?
1.
Tangkal sedini mungkin
Segera atasi kebiasaan ini
sejak dini. Kebiasaan yang sudah lama terbentuk membutuhkan waktu lebih lama
untuk menghilangkannya.
2.
Memarahi dan menghukum bukan solusi
Bila anak tidak ingin
menghentikan kebiasaan ini, tidak banya yang dapat anda lakukan. Kebiasaan yang
timbul karena stres dan cemas biasanya tidak disadari oleh pelakunya. Memarahi
dan menghukum tidak ada gunanya, justru memperparah stresnya.
Anda dapat mengatakan,”Bunda
tahu kamu belum bisa berhenti menggigit kukumu, tapi bunda tidak suka melihatnya.”
Kemudian tinggalkan ruangan itu selama beberapa saat.
3.
Rapikan kuku anak
Gunting dan bersihkan kuku
anak anda. Ingatkan anak bahwa kuku yang sudah bagus akan berantakan lagi bila
anak mengigitinya.
4.
Bantu anak menyadari kebiasaannya.
Dorong anak untuk menyadari
kapan dan di mana ia menggigit kuku. Bila anak sudah cukup besar untuk
mencatat, minta anak mencatat kapan ia menggigit kuku, dan kegiatan apa yang
sedang dilakukannya saat itu. Ini akan membantu mengenali penyebab kebiasaan
ini dan membantu anak anda mengatasinya
Buatlah kesepakatan dengan
anak bahwa anda akan mengingatkannya ketika ia mengigit kuku dengan kode khusus
seperti tepukan lembut di lengan atau kalimat positif tertentu.
5.
Bahas tentang menghentikan kebiasaan menggigit kuku
Bicarakan dengan anak
tentang berhenti menggigit kuku. Dorong anak untuk memiliki keinginan dan
kesadaran untuk menghentikan kebiasaannya.
6.
Tambahkan asupan Kalsium
Menggigiti kuku mungkin juga
petunjuk bahwa anak kekurangan kalsium. Tambahkan kalsium pada makanan anak
anda. Kalsium terdapat pada susu, sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan
Kapan harus cemas?
Meskipun jarang terjadi kebiasaan menggigit kuku yang parah mungkin
merupakan pertanda kecemasan yang berlebihan. Konsultasikan dengan dokter anak
anda bila anak menggigit kuku hingga luka atau berdarah. Anda sebaiknya mencari
bantuan konseling profesional bila kebiasaan menggigit kuku anak anda juga
disertai perilaku seperti mencubiti dirinya sendiri atau menarik rambutnya
sendiri. Perubahan pola tidur yang mencolok juga harus anda waspadai.
Sumber:
Gambar: http://www.dreamstime.com/biting-nails-thumb14574657.jpg
Nasrudin Hoja dan Sebatang Lilin (Cerita dari Turki
"Karena dingin, aku jadi pilek."
"Aku sakit perut."
"Tulang-tulangku ngilu."
"Begitu ya," Hoja tertawa. "Masa kalian kalah sama dingin? Aku tak ada masalah dengan cuaca sekarang ini."
Teman-temannya terkejut dan menjadi agak kesal.
"Kamu kan selalu di dalam rumah pada malam hari, makanya tidak kedinginan," salah satu temannya menimpali.
"Aku sering keluar rumah untuk berjalan-jalan di malam hari dan tak pernah merasa kedinginan, apalagi sampai sakit."
Makin kesal lah teman-temannya. Mereka sepakat memberi Hoja pelajaran.
"Ayo buktikan bahwa kau tidak kedinginan."
"Baiklah," kata Hoja, "Siapa takut?"
"Malam ini, pergilah ke luar rumah, kau boleh masuk kembali setelah satu jam."
"Hanya satu jam?"
Akhirnya disepakati malam itu Hoja akan tinggal di luar rumah selama satu jam. Bila Hoja berhasil menyelesaikan tantangan itu, mereka akan menraktirnya makan malam. Sebaliknya, bila Hoja gagal, ia harus menyediakan makan malam untuk mereka.
Malam itu, Hoja keluar dan berjalan-jalan di sekeliling rumahnya. Tak disangkanya malam itu sangat dingin. Ia menggigil kedinginan. Tak lama kemudian ia mulai bersin-bersin dan pilek. Hanya beberapa menit kemudian tulang-tulangnya terasa sakit dan ngilu. Itu belum semuanya, perutnya pun mulai terasa kembung dan sakit.
Hoja menyesal telah membual dan menerima tantangan itu. Ia segera berjalan kembali ke rumah. Kemudian ia melihat sebatang lilin yang tadi diletakkannya di jendela. Ia mendekati lilin itu dan mendekatkan tangannya. Ia membayangkan cahaya lilin itu menghangatkan seluruh tubuhnya. Beberapa saat kemudian Hoja tidak merasa kedinginan lagi, bahkan mulai merasa hangat. Ia terus membayangkan kehangatan lilin itu hingga satu jam berlalu.
Esok harinya, teman-temannya menanyakan apa yang terjadi. Hoja menceritakannya.
"Wah," seru temannya, "Kalau begitu kau curang!"
"Betul, tidak ada lilin dalam perjanjian kita." kata yang lain.
Hoja berusaha menjelaskan, namun mereka tidak mau menerima penjelasan itu. Hoja tetap dinyatakan gagal dan harus menyiapkan makan malam untuk mereka. Mau tak mau Hoja setuju.
"Baiklah," kata Hoja, "Datanglah ke rumahku jam enam nanti sore."
Jam enam, mereka datang. Hoja tidak kelihatan. Mereka memanggil, dan Hoja menyilakan mereka duduk di ruang makan.
"Sebentar lagi makanan siap. Tunggu ya."
Setengah jam kemudian Hoja belum muncul. Ketika mereka bertanya, Hoja menjawab, sebentar lagi makan malam siap.
Satu jam, jawaban Hoja tetap sama.
Satu setengah jam, dua jam menunggu, mereka sudah lapar sekali dan Hoja tetap tidak muncul. Mereka mencarinya di dapur. Di sana mereka melihat Hoja mengaduk-aduk isi sebuah panci.
"Maaf ya, makanannya belum matang juga," kata Hoja.
"Lama sekali kau memasaknya," kata mereka.
"Aku juga heran," kata Hoja, "Padahal aku sudah masak dari siang, lho."
Teman-temannya penasaran, masakan apa yang sedang disiapkan oleh Hoja hingga membutuhkan waktu begitu lama? Mereka mendekat. Di dalam panci ada sup dan di bawah panci bukan tungku yang mereka lihat, melainkan sebatang lilin.
Mereka menjadi malu. Mereka sebenarnya tahu bahwa sebatang lilin saja tidak dapat menghangatkan tubuh Hoja di malam yang dingin itu.
Gambar: http://www.free-clipart-pictures.net/free_clipart/object_clipart/object_clipart_candle.gif
Apakah Anda Hamil?
Bagaimana
anda mengetahui bahwa anda mengandung? Setiap
wanita berbeda. Setiap kehamilan juga unik. Seorang wanita mungkin mengalami
hal-hal yang berbeda dengan wanita lain. Begitu juga bila kehamilan anda bisa
jadi berbeda dengan kehamilan anda sebelumnya.
Berikut
ini tanda-tanda umum dapat terjadi pada awal kehamilan. Yuk disimak!
Bercak darah dan nyeri perut
Kadang-kadang
seorang wanita tidak menyadari bahwa ia hamil karena gejala awal kehamilan
mirip dengan menstruasi. Namun perlu diperhatikan bahwa bercak darah dan nyeri
perut pada awal kehamilan lebih ringan daripada datang bulan. Anda mungkin
mengalami keluarnya cairan putih seperti susu dari vagina. Anda perlu waspada
bila cairan itu berbau tidak sedap, atau menimbulkan rasa panas atau gatal,
karena anda mungkin menderita infeksi jamur atau bakteri.
Lelah
Anda
mengalami kelelahan berlebihan. Hal ini disebabkan tingginya tingkat hormon
progesteron yang tinggi dalam tubuh anda. Gejala ini dapat anda rasakan sekitar
seminggu setelah konsepsi.
Nyeri payudara
Payudara
terasa nyeri, membengkak dan sensitif, dapat terjadi mulai beberapa hari
setelah konsepsi. Nyeri payudara dapat terjadi karena ber-KB dengan pil atau
menjelang menstruasi
Tidak datang bulan
Biasanya
terjadi sepanjang kehamilan. Tidak datangnya tamu bulanan juga mungkin
disebabkan kelelahan, perjalanan panjang, stres, masalah hormonal, naik atau
turun berat badan drastis, berhenti KB dengan pil dan karena menyusui.
Mual
Disebut
morning sickness tapi dapat terjadi kapanpun sepanjang hari. Mual-mual terjadi
pada 2-8 minggu setelah konsepsi namun beberapa ibu mengalami mual-mual lebih lama. Penyebab lain mual antara lain
keracunan makanan, ketegangan, dan gangguan pencernaan.
Sering buang air kecil.
Kandung
kemih terdesak oleh rahim yang mulai membesar hingga anda harus sering
mengosongkannya. Anda mulai harus sering
ke kamar mandi pada 6-8 minggu setelah konsepsi. Namun bisa jadi ini terjadi
karena infeksi saluran kemih, ketegangan dan penyakit diabetes.
Konstipasi
Tingginya
tingkat hormon progeteron menyebabkan anda sembelit dan sulit buang air besar.
Mood berubah-ubah
Perubahan
hormon menyebabkan mood anda mudah berubah sepanjang masa kehamilan, terutama
pada trimester pertama
Perubahan warna kulit
Aerola
(lingkaran sekitar puting susu) menjadi lebih gelap. Muncul garis-garis kebiruan
dan merah muda di bawah kulit payudara
dan kemudian pada perut. Ini dimulai pada trimester pertama. Perubahan ini dapat juga disebabkan oleh
ketidak seimbangan hormon atau efek dari kehamilan sebelumnya.
Ngidam
Anda
mungkin ingin lebih banyak dan lebih sering makan, atau menginginkan
makanan-makanan tertentu pada trimester pertama. Gejala seperti ini juga dapat
disebabkan oleh diet yang kurang baik, stres atau menjelang datang bulan.
Sakit kepala
Sakit
kepala adalah keluhan paling umum pada ibu hamil. Lagi-lagi perubahan hormon menjadi
penyebabnya. Peningkatan jumlah darah yang beredar dalam tubuh selama hamil
juga ikut andil menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala dapat menjadi lebih parah
karena stres, kurang tidur, gula darah rendah, dan dehidrasi.
Nyeri punggung
Perubahan
hormon melonggarkan sendi dan otot pengikat sendi (ligamen) yang menghubungkan
tulang pelvis dan punggung dan menyebabkan nyeri pada punggung bawah. Kandungan
yang membesar juga merubah postur anda dan menyebabkan tambahan tekanan pada
tulang punggung.
Gambar: http://www.thepregnancyzone.com/wp-content/uploads/2012/07/Low-HCG-Levels-in-Early-Pregnancy.jpg
Langganan:
Postingan (Atom)


