Mau Otak Sehat? Makan Cokelat!


Ketika makan cokelat, kita mengaktifkan sistem  di otak yang menghasilkan dopamin. Dopamin adalah zat kima yang berperan penting di otak. Sistem ini membantu kita belajar dan membentuk memori, juga menjaga otak tajam dan sehat.

Cokelat juga mengandung flavanoid,senyawa antioksidan yang meningkatkan kinerja otak. 

Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari cokelat, makanlah dark chocolate. Pada dark chocolate hanya ada sedikit tambahan gula dan bahan-bahan lain.


http://www.brainhq.com/brain-resources/everyday-brain-fitness/brain-fitness-tips/eat-dark-chocolate

Legenda Kepiting Pantai




Dahulu kala, di Vietnam hiduplah seorang pemburu muda bernama Dã Tràng. Tiap hari ia pergi ke hutan membawa busur dan anak panah untuk berburu. Ia selalu melewati sarang sepasang ular belang. Mulanya Dã Tràng takut kepada ular itu, tapi karena mereka tidak pernah mengganggunya, lama-lama ia terbiasa dengan ular-ular itu. Ia bahkan suka mengamati gerakan ular dan  sisik-sisik mereka yang indah.

Pada suatu hari, Dã Tràng melihat kedua ular belang itu berkelahi  dengan seekor ular berbisa yang besar. Dã Tràng segera mengambil busur. Anak panahnya mengenai leher ular berbisa yang kemudian melarikan diri. Seekor ular belang mengejarnya, sementara pasangannya sudah mati. Dã Tràng menguburkan ular yang mati itu.

Malam harinya, Dã Tràng bermimpi ular belang datang kepadanya. Ular itu berterima kasih karena Dã Tràng telah menolongnya dan menguburkan pasangannya. Sebagai tanda terima kasih ia memberikan sebutir mutiara. “Letakkan mutiara ini di bawah lidahmu. Kau akan memahami bahasa binatang,” kata ular.

Esok harinya ketika Dã Tràng bangun, ia menemukan mutiara yang indah di dekat bantalnya. Ketika pergi berburu, Dã Tràng memanah seekor rusa. Panahnya meleset. Seekor burung gagak berkaok-kaok ribut di dahan pohon. Dã Tràng meletakkan mutiara di bawah lidahnya. Seketika ia mendengar gagak itu berbicara kepadanya.

“Ke sana! Rusa itu lari ke timur!” kata gagak. “Ayo kejar!”

Dã Tràng mengejar rusa bersama gagak. Ia berhasil menangkap rusa itu. Dã Tràng membersihkan daging rusa dan memberikan sebagian kepada gagak. Sejak itu gagak selalu menemani Dã Tràng berburu.Tiap hari Dã Tràng selalu mendapat hewan buruan berkat bantuan gagak. Dã Tràng tidak pernah lupa meninggalkan sebagian hasil buruannya untuk gagak.

Pada suatu hari, Dã Tràng menangkap seekor kijang. Ketika ia selesai membersihkan kijang, ia tidak melihat gagak. Dã Tràng tidak menunggu gagak kembali. Ia meninggalkan daging untuk gagak di bawah pohon dan langsung pulang.

Tak lama kemudian gagak datang ke rumah Dã Tràng dan meminta bagiannya. Rupanya daging yang disisihkan Dã Tràng diambil oleh hewan lain. Gagak marah karena mengira Dã Tràng tidak memberinya daging kijang. Dã Tràng juga marah karena tuduhan gagak. Ia memanah gagak, tapi tidak kena. Gagak terbang berputar-putar sambil berteriak-teriak. Lalu ia mengambil anak panah Dã Tràng dan terbang pergi.

Beberapa hari kemudian Dã Tràng ditangkap. Anak panah dengan tulisan namanya ditemukan pada mayat yang tenggelam di sungai. Walaupun Dã Tràng mengatakan ia tidak membunuh orang itu, tapi karena bukti anak panah itu, ia dinyatakan bersalah dan dipenjarakan.

Pada suatu hari,  Dã Tràng melihat semut banyak sekali berbaris di dinding penjara. Semut-semut itu berjalan cepat-cepat membawa makanan dan telur mereka. Dã Tràng bertanya kepada semut mengapa tergesa-gesa. “Kami mengungsi,” kata semut. “Ada banjir besar tak lama lagi.” Dã Tràng memberitahukan berita itu kepada penjaga. Penjaga itu memberi tahu kepala penjara yang segera melapor kepada raja.

Raja merasa berita itu aneh, tapi ia segera memerintahkan  untuk menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan bila banjir benar-benar datang. Ia juga meminta rakyatnya bersiap-siap, bahkan mengungsi. Tiga hari kemudian, terjadi banjir besar. Karena peringatan Dã Tràng, seluruh negeri selamat. Raja memanggil Dã Tràng. Ia dibebaskan dari penjara dan diangkat menjadi penasehat raja.

Pada suatu hari  Dã Tràng mendengar burung-burung mengatakan bahwa tentara negara tetangga akan untuk menyerang mereka. Dã Tràng segera melapor kepada raja. Raja segera mempersiapkan pasukan untuk menahan serangan.Tentara negara tetangga berhasil dihalau.  Sekali lagi Dã Tràng berjasa menyelamatkan negara.

Pada suatu hari raja mengajak Dã Tràng pergi berlayar. Dã Tràng mendengar suara aneh. Seekor cumi-cumi berenang di samping perahu sambil menyanyi penuh semangat. Dã Tràng mendengarkan lagu cumi-cumi yang lucu. Ia pun tertawa terbahak-bahak hingga mutiara di mulutnya melompat ke luar dan tenggelam di laut.

Dã Tràng segera memberitahu sang raja bahwa mutiaranya yang sangat berharga jatuh di laut. Raja segera memerintahkan semua orang mencari mutiara itu. Semua tentara dan pelayan yang ada di perahu mencari mutiara itu, namun tidak menemukannya.

Dã Tràng mengaduk-aduk pasir di pantai, berharap menemukan mutiaranya kembali. Bertahun-tahun ia mencari tapi tetap tidak menemukan mutiara yang hilang. Akhirnya ia meninggal karena sedih.


Bila kamu pergi ke pantai berpasir, kamu akan melihat kepiting-kepiting kecil di pantai. Hewan-hewan kecil  itu menggali lubang di pasir, berkeliaran dari lubang ke lubang seperti mencari-cari sesuatu yang tidak pernah ditemukan. Orang-orang Vietnam percaya bahwa kepiting-kepiting itu adalah penjelmaan Dã Tràng yang masih penasaran karena belum menemukan mutiaranya.

Jawaban Teka Teki Februari 2015

Jawaban Teka Teki Serigala dan Domba

6 serigala menangkap 6 domba dalam 6 menit
1 menangkap 1 domba dalam 6 menit
1 serigala menangkap 10 domba dalam 60 menit
Jadi diperlukan 6 serigala untuk menangkap 60 domba dalam 60 menit

Jawaban Ada berapa segitiga?



Teka-Teki Serigala dan Domba


6 serigala menangkap 6 domba dalam 6 menit
Berapa serigala diperlukan untuk menangkap 60 domba dalam 60 menit?
Jawabannya bukan 60 serigala

Klik di sini untuk melihat jawabannya

Sumber: https://www.mathsisfun.com

Asal Usul Barongsai





Pada masa pemerintahan Kaisar Huang Ti yang juga dikenal sebagaiKaisar Kuning di Cina, muncul seekor hewan buas yang disebut Nien. Nien membunuh banyak manusia dan hewan. Tak ada yang dapat membunuh Nien.

Manusia kemudian meminta bantuan kepada singa. Singa menyerang Nien. Walaupun tidak dapat membunuh Nien, singa melukainya. Nien melarikan diri.

Namun, ketika singa tidak ada, Nien menyerang lagi. Manusia pun mancari cara agar Nien tida menyerang lagi. Dibuatlah tiruan singa dari bahan bambu,kertas dan kain. Di dalamnya ada dua orang. Yang seorang memainkan kepala singa dan seorang lagi menggerakkan bagian belakang tubuh singa. Diiringi musik yang gegap gempita, tiruan singa itu dimainkan ketika Nien menyerang. Ternyata Nien lari ketika bertemu dengan tiruan singa yang sekarang kita sebut Barongsai itu.

Barongsai berhasil mengusir Nien yang buas. Bertahun-tahun kemudian, Nien sudah tidak pernah terlihat lagi. Barongsai kemudian dimainkan tiap tahun pada perayaan Tahun Baru Cina dan berbagai perayaan lain.

Kutipan tentang Ayah


Saya tidak dapat menemukan kebutuhan pada masa anak-anak 
yang lebih kuat daripada  perlindungan seorang ayah 
 -Sigmund Freud