Bagaimana Beruang Kehilangan Ekornya


Dahulu kala, beruang mempunyai ekor yang panjang dan berbulu lebat. Ia sangat bangga dengan ekornya itu. Ia bahkan suka menyombongkan ekornya kepada hawan-hewan lain di hutan.

Pada suatu hari di musim dingin, beruang ingin mencari makanan. Ia berjalan sampai ke sebuah danau yang beku. Seekor rubah duduk di tepi danau. Di sekitarnya ada banyak ikan yang sudah ditangkapnya.

“Hai,  rubah,” sapa si beruang. Dari mana kau mendapatkan ikan sebanyak ini?”
“Halo, beruang,” kata rubah. Tiba-tiba rubah ingin mempermainkan beruang. “Aku menangkap ikan-ikan ini,” kata rubah sambil menunujukkan lubang pada permukaan danau yang beku.
“Bagaimana caranya?” beruang melihat-lihat lubang kecil di es yang ditunjukkan rubah.
“Aku menggunakan ekorku,: kata rubah. “Aku selalu mendapat banyak ikan ketika memancing dengan ekorku. Mau kutunjukkan caranya?”
Beruang memperhatikan ekor rubah yang juga panjang dan besar seperti miliknya sendiri.  Kalau rubah dapat menangkap ikan dengan ekornya, ia juga bisa. "Ya. Aku juga ingin menangkap ikan.”
 “Tapi ikan di lbang itu sudah habis. Kita harus pergi ke danau di sebelah sana.”

Rubah mengajak beruang ke bagian danau yang dangkal. Rubah menyuruh beruang membuat lubang.
“Sekarang, duduklah membelakangi lubang itu. Masukkan ekormu yang panjang dan indah itu.” Beruang menurut.
“Jangan bergerak, ya,” kata rubah. “Tunggulah sebentar. Kalau kau merasakan ikan menggigit ekormu, segera tarik ekormu. Pasti ada ikan yang tertangkap.” Rubah mengumpulkan ikannya dan pergi.

Beruang menunggu sambil membayangkan ikan besar-besar yang akan ditangkapnya. Lama kelamaan ia mengantuk dan tertidur.

Beberapa jam kemudian, rubah datang kembali. Ia senang sekali melihat beruang tertidur.
Rubah berjalan ke samping beruang dan berteriak keras-keras, “Beruang, ada ikan! Tarik ekormu!”

Beruang kaget. Ia menyentakkan ekornya dari lubang. Cuaca yang sangat dingin membuat air danau membeku dan menjadi es di sekeliling ekornya. Ketika beruang menyentakkannya, ekor itu putus! Sekarang beruang hanya mempunyai ekor kecil.

Sejak itu beruang bermusuhan dengan rubah. Beruang bersumpah akan memakan rubah bila dapat menangkapnya.

Video Meninggikam Kaki untuk Mengurangi Bengkak pada Ibu Hamil

Menghormati Anak-anak mengajarkan....


Menghormati anak-anak  mengajarkan mereka bahkan pribadi yang terkecil, tidak mempnyai kekuatan dan paling rapuh pun layak dihormati, dan itu merupakan pelajaran yang sangat perlu dipelajari dunia. - LR Knost

Mengurangi Bengkak dan Nyeri Pada Saat Hamil


Pembengkakan pada saat hamil adalah hal yang normal. Sekitar 25% dari tambahan berat badan yang terjadi pada saat hamil adalah tambahan cairan dalam tubuh Anda. Bengkak terjadi sebagai bagian dari persiapan persalinan. Tubuh Anda menyiapkan ruang untuk bayi, membuat bantalan pelindung untuk bayi dengan cairan ketuban, mengalirkan lebih banyak darah dalam tubuh dan mengalirkan zat nutrisi ke seluruh tubuh, dan mempersiapkan diri memproduksi ASI.
           
Apa yang menyebabkan bengkak?
Ketika hamil, tubuh Anda menambah jumlah darah dan cairan-cairan lain sampai separuh dari jumlah normal ketika Anda tidak hamil.  Bayi Anda dikelilingi banyak cairan. Tubuh Anda juga melunakkan sendi-sendi untuk mempersiapkan diri menuju persalinan.Perubahan juga terjadi pada kaki dan pergelangan, jari-jari dan tangan. Jari-jari yang bengkak adalah bagian normal pada kehamilan yang dapat terjadi pada usia kehamilan sekitar lima bulan dan menjelang persalinan Anda mungkin merasa tubuh Anda seperti balon berisi air. Tubuh Anda justru pertanda baik karena akan mempermudah Anda untuk melahirkan.

Walaupun tambahan cairan adalah normal, Anda mungkin merasa tidak nyaman dengan perubahan daam tubuh Anda. Banyak wanita mengalami nyeri pada kaki dan punggung.

Beberapa tips berikut dapat membantu Anda:

Angkat kaki Anda
Hindari berdiri diam, sering beristirahatlah dengan duduk atau berjalan-jalan. Lakukan latihan dengan memutar-mutar pergelangan kaki dengan lembut dan lakukan gerakan seperti menginjak pedal-pedal di mobil. Duduk atau berbaring dengan meletakkan bantal di bawah kaki Anda

Berbaring pada sisi kiri Anda
Posisi ini membantu darah mengalir lebih mudah dari pembuluh vena di kaki sehingga mengurangi tekanan pada pembuluh vena.

Kurangi garam
Garam menambah timbunan cairan dan menahannya di dalam tubuh.  Perhatikan kandungan garam dalam makanan yang diawetkan dan makanan dalam kemasan.

Tambahkan potasium
Potasium banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan, makanan yang memang harus Anda makan lebih banyak ketika hamil. Anda juga dapat makan pisang, kacang-kacangan dan buah-buahan yang dikeringkan

Kenakan stocking khusus
Stocking untuk wanita hamil kadang-kadang terasa gerah dan tidak nyaman, tapi sangat membantu mengurangi bengkak pada kaki.

Minum secukupnya
Sudah banyak air dalam tubuh, mengapa harus minum lagi? Kita memerlukan air untuk membuang garam yang berlebihan dalam tubuh dan juga cairan yang harus dibuang. Ginjal memerlukan sekitar 3,1 liter air sehari. Anda dapat minum air, jus, susu, tapi hindari minuman riingan bersoda yang mengandung banyak gula. Juga hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh yang dapat menyebabkan dehidrasi.

Hindari junk food
Makanan siap saji sering mengandung banyak garam dan lemak dan rendah vitamin serta nutrisi

Olahraga teratur
Olah raga membantu otot-otot  bekerja dengan pembuluh darah vena mendorong cairan keluar dari jaringan dan kembali ke jantung

Jaga tubuh tetap sejuk
Kenakan pakaian yang nyaman dan sejuk, hindari pakaian ketat, tebal  atau berlapis-lapis. Nyalakan penyejuk udara. Berendam di kolam renang pada hari yang panas juga dapat menjadi pilihan yang baik

Kompres dingin
Kompres dingin pada are yang bengkak dan nyeri dapat membantu

Sumber
https://au.lifestyle.yahoo.com

http://www.parenttime.com

Mencapai Pulau

Bapak  Aman berusaha mencapai pulau di tengah kolam  ini.
Jarak pulau dari tepi kolam 6 meter, sedangkan pak Aman hanya mempunyai 
2 buah papan yang panjangnya 5 meter.
Bagaimana cara pak Aman mencapai pulau?

Sumber: gpuzzles.com