Belajar Matematika Sambil Main di Pantai, Mengapa Tidak?

Liburan sekolah, anda dan keluarga pasti merencanakan untuk meluangkan waktu liburan di tempat wisata. Anda sekeluarga mungkin pergi ke rumah famili, pergi ke tempat wisata yang sejuk, atau ke pantai.  Bila anda pergi ke pantai, ada beberapa ide untuk mengajak anak-anak bermain sambil belajar matematika.



Matematika batu-batuan dan kulit kerang
Pertama-tama anda ajak keluarga mengumpulkan batu-batu kecil dan kulit kerang yang ada di pantai.
Siapkan beberapa wadah seperti gelas air minuman bekas atau bila pasir pantai cukup lunak, anda bisa menggali lubang-lubang kecil di pasir.
Anak-anak  bisa mulai belajar matematika sambil bermain.

·         Penambahan
Tuliskan soal penambahan, misalnya : “4 + 5 = ... “ di pasir dengan menggunakan tongkat atau jari. Mintalah anak memasukkan 4 batu di wadah atau lubang pertama dan 5 batu di lubang kedua. Tanyakan “Jadi berapa empat ditambah lima?” Kemudian minta anak-anak mengumpulkan batu-batu dari kedua lubang dan menghitung semuanya. Tuliskan jawabannya “4 + 5 = 9”. Ulangi beberapa kali dengan soal baru. Anda dapat menggunakan 3-5 lubang misalnya untuk soal "3 + 6 + 7 + 2 + 1= ..."


Pengurangan 
P   Tulis soal pengurangan di pasir, misalnya “11 – 7 = ...” Mintalah anak memasukkan 11 batu dalam satu lubang, lalu mengeluarhan 7 batu dari lubang itu. Kemudian mintalah anak menghitung batu-batu yang tersisa. Tulis jawabannya pada soal “11 – 7 = 4”

·         Perkalian
Tulis soal perkalian di pasir, misalnya “3 X 4 = ...”. Mintalah anak memasukkan masing-masing 3 batu ke dalam 4 lubang dan kemudian menghitung semua batu. Tuliskan jawabannya atau minta anak menulis “3 X 4 = 12”

·         Pembagian
Anda harus memastikan bahwa jumlah batu yang akan dibagi habis dibagi angka pembaginya, misalnya, “8 : 4 = ...”. Tulis soal di pasir. Mintalah anak mengumpulkan 8 batu, kemudian siapkan 4 lubang berderet dan mintalah anak mengambil 8 batu yang sudah disiapkan tadi dan memasukkan 1 batu ke lubang-lubang berurutan. Setelah masing-masing lubang terisi 1 batu, kemudian kembali ke lubang pertama dan ulangi masukkan satu batu lagi ke masing-masing lubang berurutan lagi, sampai kedelapan batu habis terbagi. Mintalah anak-anak menghitung batu pada tiap lubang. Pastikan anak memperhatikan bahwa jumlah batu pada tiap lubang sama. Katakan dan tuliskan jawabannya, “Jadi “8 : 4 = 2” 

Anak-anak lebih mudah belajar sambil bermain dan bersenang-senang. Selamat bermain sambil belajar!

TTS Matematika 1

TTS Matematika ini dirancang untuk anak-anak Sekolah Dasar kelas 3 atau 4 dan anak-anak yang lebih besar yang sudah memahami operasi perkalian dan pembagian dan tentu saja penambahan dan pengurangan. 


TTS Matematika diharapkan akan menambah minat anak terhadap matematika karena permainan ini sangat menyenangkan.


Anak-anak dapat melatih kemampuan matematika sederhana, berlatih membaca soal cerita dan yang paling penting: bersenang-senang!


Cetaklah TTS Matematika dan ajak anak-anak mengisinya. Sediakan kertas kosong untuk corat-coret. Bimbing anak-anak dengan membantu membacakan pertanyaan dan berikan petunjuk tambahan yang diperlukan.
Selamat mencoba!









1








2

3






4


5
6




7


8

9
10


11


12



13



14
15



16





17
18

19







20
21




















Pertanyaan TTS Matematika 1
Mendatar:
Menurun:
2.
25 ditambah 132
1.
4 lusin
4.
5 dikalikan 19
2.
7 dikalikan 5
5.
8 ditambah 7
3.
63 dikurangi 12
7.
55 dikurangi 18
4.
105 dikurangi 8
9.
3 dikalikan  26
6.
19 dikalikan 3
11.
Setengah dari  1 menurun
7.
2 mendatar dikurangi 36
12.
4 mendatar ditambah 5 mendatar
8.
7 mendatar ditambah 9 mendatar
13.
5 + 11 + 10 + 2
10.
8 dikalikan 103
14.
276 dibagi 3
15.
Jumlah hari dalam 3 minggu
15.
37 dikurangi 16
16.
Jumlah jam dalam 1 hari
16.
Jumlah hari dalam 2 minggu
17.
500 dikurangi 151
17.
42 - 17 -10
18.
17 dikalikan 3
19.
8 + 8+ 8+ 8
19.
68 dibagi 2
20.
11 mendatar dikalikan 6
21.
9 mendatar dikurangi 19 mendatar



Mengajarkan Pengendalian Diri Kepada Anak-anak (Bagian 1)



Pengendalian diri adalah kemampuan yang penting untuk dipelajari oleh anak-anak. Pengendalian diri menyangkut memiliki kendali seseorang atas tindakannya sendiri. Pengendalian diri juga berarti dapat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.

Anak-anak harus diajarkan pengendalian diri sejak usia dini sehingga mampu membuat pilihan-pilihan sendiri dalam bertindak dan bertanggung jawab atas tindakan mereka tersebut.

Mengajarkan kemampuan pengendalian diri kepada anak-anak akan membantu mereka bergaul dengan orang lain, membuat pilihan-pilhan yang bijaksana dan membuat mereka aman. Mengajarkan pengendalian diri dimulai dari dini dan merupakan proses yang tak pernah berhenti.

Orang tua yang bijak memahami bahwa tiap anak adalah individu yang memilki kehendak sendiri. Kehendak anak dan kebutuhannya untuk bertindak sesuai keinginannya sendiri harus berimbang dengan kebutuhan orang lain dan batasan-batasan pada diri kita untuk menjamin keamanan dan kelangsungan hidup.

Mengajarkan pengendalian diri kepada anak meliputi membantu mereka untuk:
·         Berpikir sebelum bertindak
·         Mengendalikan impuls
·         Mempertimbangkan konsekuensi yang akan diterima
·         Membuat pilihan yang aman dan dapat diterima

Strategi Umum dalam Mengajarkan Pengendalian Diri kepada Anak-anak
Penting untuk memilih sasaran yang sesuai dengan usia anak. Cobalah dulu sasaran  yang mudah, dan jika ingin berhasil, pilihlah satu sasaran dan untuk selanjutnya tentukan lagi sasaran yang baru.

Untuk anak usia pra sekolah, sasaran yang tepat dapat meliputi tidak menyela pembicaraan dan tidak bertengkar dengan saudaranya. Untuk anak sekolah dasar, sasaran yang tepat meliputi peraturan jam tidur dan menunjukkan kemarahan dengan cara yang benar misalnya tidak memukul dan tidak berteriak.

Beberapa strategi yang sering membantu anak-anak belajar bertingkah laku dengan pengendalian diri misalnya:

·         Time Out: Ajarkan anak-anak untuk melakukan jeda atau “time out” untuk menyingkir dari situasi dimana mereka merasa marah atau kesal.

·         Ajarkan dan berikan perhatian: Anak-anak dapat belajar menahan diri untuk tidak menyela pembicaraan orang lain dengan memperhatikan kapan orang lain tidak sedang berbicara sehingga mereka dapat bergabung. Pastikan bahwa anak cukup mendapat perhatian pada waktu yang tepat sehingga anak tidak merasa tidak diperhatikan dan menyela dengan tidak sopan.

·         Berikan penghargaan yang tepat: Anak-anak memerlukan umpan balik yang positif yang konsisten agar dapat belajar bertingkah laku yang baik. Pujian dan perhatian sangat berharga bagi anak seperti juga halnya waktu-waktu spesial bersama orang tua. Pastikan anak-anak anda tahu tingkah laku seperti apa yang anda harapkan dari mereka.

·         Gunakan aktivitas khusus yang dirancang untuk mengajarkan pengaturan diri: Orang tua dapat membantu mengajarkan anak-anak bahkan yang masil kecil (usia 5-8 tahun) cara-cara meningkatkan pengendalian diri dengan menggunakan aktivitas-aktivitas berikut ini. Cara-cara ini meliputi mengatasi situasi-situasi “Menginginkan sesuatu yang tidak dimiliki,” memahami perasaan, dan mengendalikan kemarahan

Sumber :

Behavior Problems, Teaching Young Children Self Control Skills, The National Association of School Psychologists, http://www.nasponline.org/resources/handouts/behavior%20template.pdf

Teach Your Children  Self Control, http://www.teachkidshow.com/teach-your-child-self-control/

Jawaban Teka Teki Silang - Nama Serangga




















R













C
A
P
U
N
G










Y













J
A
N
G
K
R
I
K

L






P





U

A





B






P

L




S
E
M
U
T


K
U
N
A
N
G



L


A



K

T





A


W



U







L


O



P







A


N
Y
A
M
U
K






N







E






G







C











L
A
R
O
N













A