Tampilkan postingan dengan label Kisah Nasrudin Hoja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Nasrudin Hoja. Tampilkan semua postingan

Nasrudin Hoja Bermain Biola

Suatu malam Hoja pulang membawa sebuah biola. Ia menyentuh satu senar dan memainkan satu nada yang sama terus menerus selama berjam-jam. Akhirnya, isterinya hilang kesabaran, katanya “Pemain biola sungguhan tahu bagaimana memnggerakkan tangan naik turun untuk  memainkan semua senar.”

“Oh, bukan begitu sayang,” jawab Hoja. “Para pemain biola itu menggerakkan tangannya menyentuh semua senar sepanjang waktu, karena mereka belum tahu di mana bisa menemukan nada ini!”


Keledai Yang Dapat Membaca


Hodja berkunjung ke rumah Tamarlane. Mereka mengobrol dengan seru. Hodja membual tentang keledainya, “Keledaiku sangat cerdas. Apa saja yang kuajarkan kepadanya, dapat dipahaminya dengan cepat. Kukira ,ia bahkan bisa kuajari membaca!”

“Begitu ya? Kalau begitu, ajari keledaimu membaca. Kembalilah kemari 3 bulan lagi dan bawa serta keledaimu itu.”

Hodja pulang. Ia mulai melatih keledainya. Hodja mengambil sebuah buku besar dan meletakkan kaki keledai di atas buku. Ia menyelipkan makanan di antara halaman-halaman buku itu dan mengajari keledainya membuka-buka halaman buku dengan lidahnya untuk menemukan makanan. 

Tiga hari sebelum hari yang ditentukan tiba, Hodja tidak memberi makan keledainya.

Hodja membawa keledainya kepada Tamarlane. Ia minta dibawakan sebuah buku besar dan meletakkannya di depan keledai. Hewan yang kelaparan itu membalik-balik halaman buku dengan lidahnya, berharap menemukan makanan. Ketika tidak menemukan makanan, ia meringkik keras.

Tamarlane mengamati sang keledai. “Menurutku,” katanya, “aneh sekali cara keledaimu membaca.”

Hodja menyahut, “Yah, begitulah cara keledai membaca!”



Nasrudin Hoja dan Jubah yang Jatuh


Pada suatu malam, Hoja bertemu teman-temanya dan pulang larut malam. Mereka berjalan bersama sampai ke rumah Hoja, lalu teman-temannya melanjutkan perjalanan pulang.

Begitu masuk rumah, Hoja disambut isterinya yang marah. "Susah payah aku memasak makan malam untukmu!" katanya sambil menjewer telinga Hoja. Begitu kuatnya, sehingga Hoja terjatuh, dan menabrak sebuah peti. 

Teman-teman Hoja yang masih belum jauh mendengar suara gaduh dan cepat-cepat kembali ke rumah Hoja.