Tampilkan postingan dengan label Parenting tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting tips. Tampilkan semua postingan

Mengajarkan Hubungan Sebab Akibat Kepada Anak-anak


Salah satu pelajaran pertama yang perlu kita ajarkan kepada anak-anak kita adalah hubungan sebab dan akibat. Kita perlu mengajarkan bahwa tiap tindakan kita akan mengakibatkan reaksi sehingga kita harus paham bahwa apa yang kita lakukan itu penting.
Pada akhir tahun ketiga, anak sudah memiliki kesadaran tentang dirinya dan mulai menerima aturan perilaku yang Anda ajarkan. Mereka sudah mampu merasakan emosi seperti merasa bersalah, malu dan bangga. Ini adalah saat yang tepat untuk memberikan pelajaran sebab akibat yang berbunyi setiap aksi memiliki reaksi. Misalnya, bila kamu melangkah ke sana, kamu akan jatuh, atau kalau kamu memukul adikmu, kamu akan menerima konsekuensinya.
Sayangnya, banyak remaja dan orang dewasa muda yang tidak pernah mendapat pelajaran penting ini, dan mungkin ini merupakan salah satu faktor kunci kekacauan dalam kehidupan mereka atau di sekitar mereka,  yang disebabkan kurangnya kesadaran dan tanggung jawab atas tindakan mereka
Kita mengajarkan hubungan sebab dan akibat untuk membantu anak mengenali hubungan antara dua hal atau ketika menunjukkan bahwa satu kejadian adalah hasil dari kejadian lain. Untuk mengajarkannya, carilah contoh yang konkrit, karena balita tidak memahami hal-hal yang rumit. Misalnya: ajak anak Anda ke tempat yang terkena sinar matahari dan katakan, “Bila kamu terkena sinar matahari, kamu akan merasa panas.” “Bila kamu berlama-lama terkena sinar matahari, kulitmu bisa terbakar.” Anda bisa mengajak anak berlari-lari. “Bila kamu berlari dalam waktu lama, kamu akan merasa lelah.” Ketika Anda lihat anak Anda minum segelas air, Anda dapat mengatakan, “Setelah minum air, kamu tidak merasa haus lagi.”
Anda dapat melakukan permainan bersama anak untuk mengajarkan hubungan sebab akibat. Anda dapat menanyakan hal yang sederhana seperti “Apa terjadi bila kita menaruh es krim di sinar matahari?” atau “Tanaman membutuhkan air. Apa yang terjadi bila kita tidak memberinya air?” atau “Bila ayah tidak makan, apa yang terjadi?” “Ayah akan merasa lapar.”
Selanjutnya Anda dapat menjelaskan konsekuensi dari perilaku mereka dan penerimaan aturan alami yang terjadi dari perilaku ini. Dengan demikian, mereka dapat melihat hal ini sebagai konsekuensi, bukan hukuman. Contoh, “Bila aku makan pada waktu makan siang, aku tidak dapat makan lagi nantinya.”
Ketika mereka sudah benar-benar paham mengenai sebab dan akibat, Anda dapat sebab dan akibat yang tidak terlalu jelas. Dengan kata lain sebab dan akibat yang lebih berorientasi pada melakukan sessuatu yang baik daripada menjelaskannya. Contoh, “Bila kamu memberi makan seekor burung, kamu melakukan hal yang baik dan tebak apa yang akan kamu dapat? Yang lebih baik lagi!” Mengapa semua agama mengajarkan untuk melakukan  hal yang baik? Pada akhirnya kita ingin anak-anak kita menjadi dewasa sebagai orang yang baik  dan belajar melakukan hal-hal yang baik untuk dunia. Itulah mengapa mempelajari hubungan sebab akibat adalah pelajaran hidup yang sangat penting.


Bila Gaya Pengasuhan Anda Berbeda


 

Bila Anda dan pasangan mempunyai gaya pengasuhan yang berbeda, anak-anak Anda dapat mendapat pelajaran berharga karena mempunyai orang tua dengan pendekatan yang agak berbeda pula. Asal ... Anda dan pasangan tidak bertengkar di depan mereka.

 

Bertengkar karena gaya penghasuhan yang berbeda  akan membawa lebih banyak kerusakan daripada perbedaan gaya pengasuhan itu sendiri.

 

Lakukan eksperimen dengan tips berikut ini:

 

  • Setuju bahwa Anda akan menerapkan gaya pengasuhan masing-masing, tapi Anda tidak akan mengkritik teknik yang digunakan oleh pasangan Anda di depan anak-anak. Anak-anak Anda perlu mengetahui bahwa  Anda saling mendukung satu sama lain.
  • Bersiaplah bila anak-anak mengeluh tentang perlakuan dari pasangan Anda. Latihlah bagaimana respons Anda. Misalnya, “Ayah mempunyai caranya sendiri. Ibu harap kamu dapat belajar untuk memahaminya bersama Ayah.”
  • Ingatlah bahwa tidak ada yang merusak anak-anak lebih buruk daripada mereka tahu bahwa mereka dapat memanipulasi orang tuanya melawan satu sama lain

Apa Penyebab Stres Pada Anak-Anak?


Stres adalah reaksi tubuh secara fisik, kimiawi dan emosional  terhadap situasi yang : luar  biasa, membingungkan atau menggairahkan.  Walaupun kehidupan anak-anak tampak begitu sederhana, anak dari segala xciting situation. usia dapat mengalami stres. Tetapi tidak semua  stres berdampak buruk.    Stres normatif,  yang terjadi pada saat transisi sepanjang masa perkembangan anak seperti  belajar berjalan, masuk sekolah dan berkenalan dengan teman baru sebetulnya adalah bentuk produktif dari kecemasan karena membantu anak berkembang dan menjadi lebih mandiri.
Sebaliknya, stres karena perubahan hidup biasanya lebih membingungkan dan mengecewakan untuk anak. Kejadian atau situasi yang dapat memicu stres karena perubahan hidup misalnya;
  • Perceraian. Ketika orang tua bertengkar terus menerus atau berpisah,  rasa aman anak terancam, anak merasa sendirian dan ketakutan.
  • Pindah. Pergi ke rumah, lingkungan, sekolah, kelompok teman yang baru dapat manyebabkan anak merasa tidak aman dan bingung
  • Kematian. Kematian anggota keluarga yang dekat, teman, atau hewan kesayangan sering membingungkan dan rasa duka yang ditimbulkannya terasa sangat menyakitkan. Anak mungkin merasa ditinggalkan atau bila anak merasa menjadi sebab  kematian itu maka ia akan merasa bersalah. Selain itu, kematian yang terjadi  secara acak, misalnya karena kecelakaan mobil dapat menyebabkan anak gelisah dan ketakutan.
  • Jadwal yang terlalu padat. Dari kegiotan sekolah ke latihan atletik kemudian les musik tanpa waktu untuk bersantai dapat menyebabkan kecemasan pada anak yang tidak mampu menghadapi jadwal yang terlalu padat.
  • Tekanan dari teman sebaya. Anak usia pra sekolah dapat terpengaruh oleh bagaimana cara anak-anak lain berpikir dan bertindak. Tidak ingin berbeda  dengan anak-anak lain dapat membuat anak menjadi cemas dan gelisah.
  •  


Sumber: parents.com

Tips Parenting Praktis

ShareShare 25 Short Parenting Tips T
Simak Tips parenting yang ditulis Rachel Wise pada  di Linkedin.dan blog www.educationandbehavior.com.
  • Katakan kepada anak Anda tiap hari, “Aku mencintaimu.”
  • Peduli terhadap kreativitas anak.
  • Menaruh minat pada apa ysng dilakukan anak Anda.
  • Memberikan kepada anak kebebasan sebanyak mungkin.
  • Menjadikam keamanan dan kesehatan anak Anda prioritas utama.
  • Makan bersama anak Anda.
  • Menciptakan tradisi untuk membangun kenangan.
  • Beri tahu anak Anda ketika ia membuat Anda bangga.
  • Bermain bersama anak Anda.
  • Ajarkan ana Anda untuk berbagi.
  • Memasak atau membuat kue bersama anak Anda.
  • Berikan dan ajarkan empati kepada anak Anda.
  • Biarkan anak Anda menjelajahi lingkungannya, jatuh, membuat kesalahan dan kemudian bangun kembali.
  • Belajar mengenal anak Anda.
  • Biarkan anak Anda membuat pilihan sesering mungkin.
  • Berikan makanan sehat kepada anak Anda.
  • Berikan anak Anda waktu untuk bersantai.
  • Dorong anak Anda berolah raga.
  • Beroah ragalah bersama anak Anda.
  • Fokuslah hal-hal yang positif pada anak Anda.
  • Dengarkan anak Anda tanpa menghakimi 
  • Biarkan anak Anda menangis di bahu Anda.
  • Jangan pernah menerima anak Anda apa adanya.
  • Cintai anak Anda tanpa syarat·         Share

Tips Membuat Anak-anak Mencintai Olah Raga

Anak-anak perlu berolah raga tiap hari. Masalahnya, membuat mereka melakukan aktivitas fisik sering sulit dilakukan. Bagaimana caranya  agar anak-anak berolah raga dan menikmatinya?

Lakukan Bersama
Makan malam sudah selesai. Jangan langsung ke ruang keluarga untuk menonton TV, tapi ajak keluarga berjalan-jalan. Sekarang bukan waktu untuk membicarakan nilai sekolah  atau pekerjaan rumah. Buat percakapan yang ringan dan menyenangkan. Ini menyenangkan untuk semua orang, Anda semua akan ingin mengulanginya  lagi.

Usahakan melakukan olah raga satu jam sehari
Anak-anak perlu bergerak selama 60 menit dalam sehari dan merupakan gabungan dari:
  • Aerobik (lari atau jalan cepat)
  • Penguatan otot (push-up)
  • Penguatan tulang (lompat tali)

Latihan 1 jam ini tidak harus dilakukan sekaligus. Bagilah menjadi beberapa kali dalam sehari. Anak-anak dapat berjalan sejenak sesudah pulang sekolah, bermain di halaman atau taman.

Gunakan alat penghitung langkah

Anak-anak suka gadgets. Alat penghitung langkah (pedometer) dapat memotivasi mereka bergerak lebih banyak. Belilah pedometer untuk tiap orang. Gunakan tantangan kecil untuk mendorong mereka bergerak sepanjang hari. Berapa langkah ke tiang listrik itu? Berapa waktu untuk berjalan 100 langkah? Tantang anak-anak berlomba atau memecahkan rekor lama mereka sendiri.

Cari alat olah raga yang menyenangkan

Aktivitas fisik tidak harus dilakukan dengan kompetisi dan Anda tidak membutuhkan alat olah raga khusus yang mahal. Alat olah raga sederhana seperti tali untuk lompat tali atau bola pantai yang ditiup saja sudah cukup. Sediakan berbagai alat untuk bermain di luar rumah, letakkan di tempat tersembunyi, dan keluarkan ketika anak-anak tampak bosan.

Pemandangan yang indah

Tampaknya sederhana, tapi kadang-kadang kita perlu memilih lokasi yang tepat. Ajak anal-anak ke taman bermain atau gelanggang olah raga. Ajak mereka piknik bersama beberapa teman. Anda tidak perlu berbuat banyak untuk membuat anak-anak bergerak. Mereka akan terinspirasi dengan keadaan di sekitar atau anak-anak yang lain.

Kursus

Kursus seperti  bela diri, tari atau yoga dapat menjadi cara yang baik untuk membuat anak-anak menyukai aktivitas fisik.
Kunjungi beberapa tempat kursus untuk melihat-lihat. Biarkan anak-anak memilih aktivitas yang mereka sukai, baru Anda daftarkan mereka. Dengan demikian, Anda tahu bahwa uang Anda tidak akan terbuang sia-sia.

Buatlah menjadi aktivitas yang menyenangkan

Anak-anak tidak selalu harus “berolah raga”. Ajak anak bergerak dengan balapan sampai ke rumah, berkebun, berjalan ke perpustakaan atau ajak anak berbelanja ke pasar atau supermarket. Buatlah menjadi bagian menyenangkan dari kehidupan sehari-hari mereka, bukan sesuatu yang “harus” mereka lakukan.

Berikan dorongan

Hal ini mungkin membutuhkan waktu. Bila anak-anak Anda tidak langsung menyukai olah raga, jangan menyerah. Pujilah apa yang mereka lakukan. Bantu mereka mencoba aktivitas yang tidak memerlukan kompetisi seperti hiking atau bersepeda. Kuncinya adalah membantu mereka menemukan elemen mereka. Coba berbagai jenis olah raga dan aktivitas. Bantu anak-anak Anda melihat bahwa aktivitas fisik adalah untuk semua orang.

Temukan minat Anda

Bila Anda ingin anak-anak berolah raga, tentu akan membantu bila Anda juga melakukannya. Bila mereka melihat Anda bergerak, mereka akan tahu bahwa itu adalah bagian hidup yang penting dan nomal, itu akan sangat menyenangkan. Jadi, temukan aktivitas yang benar-benar Anda sukai. Kemudian, ajak anak-anak serta.

Selipkan di antara aktivitas lain

Misalnya, ketika pergi ke mall, cari tempat parkir yang cukup jauh dari pintu masuk mall. Pilih  menggunakan tangga, jangan elevator. Ajak anak balapan membereskan mainan mereka.

Memanfatkan kesempatan untuk berjalanm, lari, melompat dan bermain akan membuat aktivitas fisik menjadi kebiasaan sehari-hari.


Sumber: http://www.webmd.com/parentin

Mengajarkan Anak Nilai-nilai Moral


Menjadi orang tua adalah tanggung jawab terbesar di dunia. Orang tua adalah guru pertama dan yang paling penting bagi anak.  Agar anak menjadi orang yang baik dan individu yang sukses di masyarakat, Anda harus mengajarkan prinsip hidup yang diterima baik oleh  masyarakat dan dikenal sebagai nilai-nilai moral. Nilai-nilai moral ini adalah tentang bagaimana perilaku seseorang dalam masyarakat dan berinteraksi dengan orang lain.
Berikut ini cara mengajarkan nilai-nilai moral:

Kejujuran
Mengajarkan kejujuran kepada anak-anak adalah bagian dari perkembangan moral dan kekuatan emosional mereka. Kualitas kejujuran membantu membentuk karakter dan harga diri yang kuat. Pelajaran kejujuran harus dipelajari sesuai usia anak. Ajarkan nilai kejujuran dengan pendekatan Lakukan seperti yang  Bunda lakukan, bukan Lakukan seperti yang Bunda katakan. Anak-anak akan mempelajari kejujuran dengan lebih mudah bila mereka melihat orang tua mereka juga selalu bersikap jujur.

Hormat
Hormat atau respek adalah salah satu nilai moral penting bagi anak-anak. Hormat tidak sama dengan patuh. Cara terbaik mengajarkan respek adalah menunjukkan respek. Ketika anak mengalami respek, ia akan tahu bagaimana rasanya dan mulai memahami pentingnya. Bersikap hormat akan membantu anak sukses dalam kehidupan. Bila anak tidak mempunyai respek terhadap teman, pihak berwenang dan dirinya sendiri, besar kemungkinan ia tidak akan berhasil.

Tanggung Jawab
Ajarkan nilai moral tanggung jawab. Buat Anak Anda bertanggung jawab dengan memberi tanggung jawab kecil sesuai umurnya. Hal ini akan menanamkan nilai tanggung jawab  dalam dirinya dan membantunya melanjutkan kebiasaan ini seumur hidupnya.

Welas Asih
Welas asih adalah gabungan antara merasakan untuk orang lain, ikut mengalami penderitaan dan tindakan positif untuk meringankan penderitaan orang lain.mengajarkan nilai moral ini membuat anak sadar akan dunia di sekitar mereka dan mengajarkan toleransi kepada kultur dan kepribadian yang berbeda dengan dirinya. Ini membantu anak menjadi lebih peka dan peduli. Pada akhirnya hal ini membantu anak mempunyai relasi yang lebih baik dengan orang lain. Berikan contoh dalam kehidupan Anda sehari-hari sehingga anak dengan mudah mempelajarinya.

Kesabaran
Kesabaran juga merupakan salah satu nilai moral yang penting. Kesabaran mengajarkan nilai menunda kepuasan, sebuah pembelajaran yang berguna hingga masa dewasa. Ajarkan kesabaran dengan memberikan contoh kepada anak. Hindari mengomel tidak sabar kepada anak, juga kepada orang lain. Bantu anak memahami bahwa ia perlu menunggu atau butuh waktu hingga kebutuhan atau permintaannya bisa dipenuhi.
Murah hati: 
Ajarkan nilai baik hati kepada anak Anda. Beri kesempatan kepada anak merasakan keajaiban karena memberi. Dorong anak membantu dan memberi kepada orang lain dan tanyakan perasaan yang dialaminya setelah memberi atau membantu orang lain. Ajarkan anak memberikan sumbangan kecil terutama untuk anak-anak. Ajarkan bahwa banyak orang yang lebih membutuhkan dan bagaimana cara membantu meringankan beban mereka. Anak nahkan dapat menyumbang dengan memberikan mainannya yang sudah tidak digunakan lagi kepada anak panti asuhan. 


Hindarkan anak-anak dari bahaya di dalam dan luar rumah


Kelly Levasseur, dokter anak di Unit Gawat Darurat di Beaumont Amerika Serikat, berbagi pengalamannya menangani cedera yang paling sering dialami anak-anak di dalam dan luar rumah.

Anak-anak mudah mengalami kecelakaan. Bahkan dalam rumah yang sangat aman pun kecelakaan dan cedera dapat terjadi.
Yang terpenting adalah sedapat mungkin mencegah kecelakaan sebelum terjadi. Menurut Dr. Levasseur, orang tua perlu mengawasi anak di dalam atau di luar rumah. Kecelakaan yang paling sering terjadi menurut Dr. Levasseur antara lain:
Jatuh
Misalnya dari puncak tangga, dari balkon, dari meja atau sofa. Beri pagar di bawah dan puncak tangga untuk mencegah anak kecil naik atau turun dari tangga. Kunci pintu ke arah balkon. Dan yang paling penting, selalu awasi anak Anda.
Furnitur yang rubuh
Anak Anda mungkin ingin memegang TV yang terletak di bufet. Bufet atau lemari yang berat mungkin menurut Anda tidak akan rubuh. Tapi kecelakaan anak karena furnitur yang rubuh terjadi kira-kira 3 kali sehari di Amerika Serikat dan beberapa kejadian mengakibatkan kecelakaan  fatal. Pasang pengaman yang menahan furnitur yang berat ke dinding untuk mencegah kecelakaan.
Luka Bakar
Anak mungkin mencoba meraih minuman atau sup panas yang diletakkan di meja dapur. Anak mungkin juga menyentuh kompor atau panci yang panas. Selalu awasi anak Anda dan cegah anak kecil masuk ke dapur sendirian.
Keracunan
Semua obat-obatan termasuk obat untuk anak atau vitamin seharudnya diletakkan di tempat yang tidak dapat dijangkau anak-anak, atau di lemari obat yang terkunci untuk mencegah keracunan. Anda perlu mengawasi anak-anak yang lebih besar ketika minum obat atau vitamin untuk mencegah overdosis. Vitamin seringkali mengandung zat besi dapat menyebabkan keracunan bila diminum melebihi dosis.
Amankan semua jenis obat-obatan, dan selalu awasi anak minum obat. Lebih baik Anda mengambilkan semua obat dan vitamin untuk anak-anak. Bahkan mungkin lebih aman bila Anda sendiri yang menakar obat atau vitamin berbentuk sirup untuk anak yang lebih besar.
Tenggelam
Keamanan air dan kolam adalah hal yang sangat penting. Hanya dibutuhkan air setinggi 5 cm untuk membuat bayi tenggelam, dan prosesnya sangat cepat. Ini termasuk air di kamar mandi. Bila Anda memiliki bathtub di rumah, selalu kosongkan pada saat tidak digunakan.  Pasang pengaman pintu kamar mandi agar anak-anak kecil tidak dapat masuk sendiri ke kamar mandi.
Ketika mengajak anak ke kolam renang atau danau, pastikan seseorang selalu mengawasi anak Anda. Hindarkan gangguan seperti menerima telepon ketika anak berada di dekat air. Sering terjadi di tempat umum dengan banyak pengunjung, orang berpikir bahwa pasti ada orang yang memperhatikan anak-anak. Itu salah. Selalu awasi anak-anak Anda, terutama anak-anak kecil.
Gigitan serangga
Gigitan serangga sering terasa gatal dan kemerahan. Itu tidak apa-apa. Tapi bila terjadi bengkak, berikan kompres air dingin. Awasi  kalau-kalau terjadi infeksi. Bila luka gigitan serangga menjadi sangat merah dan sakit bila tersentuh, segera bawa anak ke dokter. Bila anak tersengat lebah, bila terjadi bengkak di sekitar bibir, mata dan lidah, ruam atau kesulitan bernapas, kemungkinan terjadi reaksi alergi. Segera bawa anak ke unit gawat darurat di rumah sakit.
Suhu Ekstrim
Bila anak bermain di terik matahari dan mulai mengalami kejang atau kram dan sedikit sakit kepala, ajak anak duduk di tempat yang teduh, beristirahat dan minum air putih. Pada kejadian heat stroke, anak berhenti berkeringat dan berpotensi mengalami kejang.
Cedera ketika bermain di luar rumah
Ketika anak bersepeda di luar rumah, anak harus mengenakan perlengkapan keamanan seperti helm. Di taman bermain, pastikan anak bermain di wahana yang sesuai dengan usianya dan wahana itu dilengkapi lapisan lunak seperti karet atau lapisan lunak lainnya.
Catatan: Kecelakaan dapat terjadi tanpa diduga.  Pastikan Anda tahu rumah sakit terdekat ke mana Anda dapat membawa anak bila terjadi kecelakaan. .

Sumber: http://www.metroparent.com

Video 60 Kalimat Positif Yang Dapat Anda Katakan kepada Anak-anak Anda



Kalimat-kalimat positif  ini dapat memberi Anda inspirasi untuk Anda katakan kepada anak Anda:
  • Kamu dicintai
  • Kamu membuatkku tersenyum
  • Ak  u memikirkanmu ketika kita berpisah
  • Duniaku lebih baik dengan kamu di dalamnya
  • Aku akan sebaik-baiknya menjagamu tetap aman
  • Kadang-kadang aku akan mengatakan tidak
  • Aku punya kepercayaan pada dirimu
  • Aku tahu kamu dapat mengatasimya
  • Kamu kreatif    
  • Percayalah pada nalurimu
  • Ide-idemu berharga
  • Kamu mampu
  • Kamu layak untuk itu
  • Kamu kuat
  • Kamu dapat mengatakan tidak
  • Pilihanmu penting
  • Kamu membuat perbedaan
  • Kata-katamu sangat kuat
  • Tindakanmu sangat kuat
  • Emosimu sangat kuat
  • Kamu masih dapat memilih reaksimu
  • Kamu lebih dari emosi yang kamu rasakan
  • Kamu teman yang baik
  • Kamu baik hati
  • Kamu tidak harus menyukai apa yang dikatakan orang lain untuk memperlakukan mereka dengan rasa hormat
  • Perilaku tidak baik orang lain bukan alasan untuk perilakumu sendiri
  • Kamu tidak sempurna
  • Begitu juga aku
  • Kamu dapat berubah pikiran
  • Kamu dapat belajar dari kesalahanmu
  • Kamu dapat meminta bantuan
  • Kamu belajar
  • Kamu tumbuh menjadi dewasa
  • Tumbuh menjadi dewasa adalah pekerjaan berat
  • Aku percaya padamu
  • Kamu berharga
  • Kamu menarik
  • Kamu cantik
  • Walaupun melakukan kesalahan kamu tetap cantik
  • Tubuhmu itu milikmu sendiri
  • Kamju penting
  • Ide-idenu penting
  • Kamu mampu melakukan pekerjaan yang penting
  • Aku lihat kamu bekerja dan belajar tiap hari
  • Kamu membuat perbedaan dalam hidupku
  • Aku ingin tahu apa yang kamu pikirkan
  • Bagaimana kamu melakukannya?
  • Ide-idemu menarik
  • Kamu membuatku berpikir tentang berbagai hal dengan cara yang benar-benar baru
  • Aku gembira melihat apa yang kamu lakukan
  • Terima kasih kamu sudah membantuku
  • Terima kasih atas kontribusimu kepada keluarga kita
  • Aku menikmati saat bersamamu
  • Menyenangkan sekali melakukan sesuatu bersamamu.
  • Aku senang kamu ada di sini
  • Aku senang berbicara denganmu
  • Aku siap mendengarkan 
  • Aku mendengarkan
  • Aku bangga padamu
  • Aku bersyukur kamu ada dalam hidupku
  • Kamu membuatku tersenyum
  • Aku menyayangimu

Tugas Rumah Apa yang Sesuai Untuk Anak Anda?


Anak Anda berusia 18 bulan dan Anda berpikir “Anak saya masih terlalu kecil. Belum bisa melakukan apa-apa untuk mambantu di rumah.” Anda salah. Anak Anda dapat diminta mengambil sesuatu, melipat kain, mengumpulkan mainan, dan membawa piring plastik ke dan dari meja makan. Kita dapat meminta dan melatih anak bahkan pada usia ini. Ketika mereka makin besar, anak-anak Anda mampu melakukan jauh lebih banyak lagi tugas.

Daftar berikut ini dapat membantu Anda mrmilih tugas sesuai usia anak. Keahlian dalam hidup adalah sebuah proses, jangan mengharapkan anak melakukan sesuatu dengan sempurna.

Usia 2-3 tahun
  • Mulai memakai pakaian sendiri
  • Meletakkan sendok garpu di tempat cuci piring
  • Membantu mengganti alas tidur, paling tidak menarik sprei ke atas
  • Membantu memberi makan hewan peliharaan
  • Membantu mengelap minuman yang tumpah
  • Mengumpulkan mainan
  • Menggantung pakaian pada paku
  • Menyapu
  • Membawa pakaian dari dan ke tempat mencuci
  • Membawa surat kabar
  • Mengepel area kecil
  • Menuang minuman dari teko kecil
  • Mencabut rumput
  • Membersihkan debu
  • Mengambil popok
  • Membawa piring plastik ke tempat cuci piring
  • Mengosongkan tempat sampah kecil

Usia 4-5 tahun
  • Memakai pakaian sendiri
  • Membantu di dapur: mengaduk, memetik sayuran
  • Merapikan tempat tidur sendiri 
  • Merapikan meja makan setelah makan
  • Membantu membawa dan menyimpan barang belanjaan
  • Menata meja makan
  • Mencuci mainan
  • Membersihkan debu
  • Membantu menyapu halaman
  • Menyiram tanaman
  • Membantu mencuci mobil
  • Menyapu teras
  • Memilah-milah pakaian

Usia  6-12 tahun
  • Merapikan tempat tidur
  • Merapikan rumah
  • Merawat hewan peliharaan: memberi makan dan membersihkan kandang
  • Membersihkan kamar mandi
  • Membuat  masakan sederhana
  • Menyapu halaman
  • Mencabut rumput dan menyiram kebun
  • Menggunakan mesin cuci
  • Mengeluarkan sampah dari rumah
  • Membantu mencuci mobil
  • Melepas dan memasang sprei
  • Mencuci, menjemur dan melipat pakaian
  • Menyapu dan mengepel
  • Menyemir sepatu
Usia 13 tahun ke atas
  • Semua tugas di atas
  • Memasak
  • Mengganti bola lampu
  • Mencuci, menyetrika dan melipat pakaian
  • Membersihkan jendela
  • Memperbaiki pakaian yang rusak
  • Membersihkan lemari es
  • Membersihkan kompor
  • Mencuci dan memoles mobil
  • Merawat sepeda: memompa ban dan meminyaki bagian yang berbunyi
  • Berbelanja
  • Membantu mengecat


Usia 5-12 adalah tahun emas untuk mengajarkan anak-anak tugas di rumah. Pada usia ini anak-anak cepat menguasai pekerjaan di rumah dan tidak terlalu sibuk dengan aktivitas sekolah dan ektrakulikuler.  Beri anak-anak baik lelaki atau perempuan mengerjakan tugas di luar rumah dan melakukan pekerjaan perbaikan bersama Ayah. Jangan lupa ajarkan kepada anak lelak dan perempuan mengerjakan tugas di dalam rumah seperti memasak dan bersih-bersih.

Sumber: http://www.familylife.com

Stop Memanjakan Anak Anda

Apa sebenarnya yang dibutuhkan anak-anak dari Anda? Kasih sayang, bimbingan, tempat tinggal , makanan, pakaian, perawatan medis dan pendidikan. Boleh dikatakan hanya  itu  kebutuhan mereka..

Hal-hal lain adalah keinginan, kemewahan:  video games, ponsel, dan mode mutakhir – barang-barang baru yang dimiliki teman-teman mereka.
Sekarang ini, orang tua sering mengalah pada rengekan anak-anak mereka. Mereka tahu anak-anak mereka diserbu iklan yang menyuruh mereka membeli produk-produk tertentu. Mereka juga tahu anak-anak mendapat  tekanan dari teman-teman. Jadi orang tua membelikan barang-barang jauh lebih banyak dari yang dapat mereka gunakan, dengan harapan anak-anak mereka dapat menyesuaikan diri dan diterima oleh teman-teman sebaya.
Menurut survei oleh  the Center for a New American Dream, rata-rata anak usia 12- to 17 yang minta dibelikan produk semacam ini  meminta hingga 9 kali, baru orang tuanya mengabulkan.  Masalah yang dihadapi orang tua anak pra remaja cukup berat, lebih dari 10% anak 12-13 tahun mengaku meminta suatu produk yang mereka lihat di iklan kepada orang tua lebih dari 50 kali sebelum mendapatkannya. Anak-anak belajar bahwa bila mereka meminta cukup sering dan dalam waktu yang cukup lama, orang tua akan memenuhinya.
Masyarakat kita cenderung menyebabkan orang tua membantu anak-anak merasa senang dengan diri mereka dan tugas orang tualah untuk membuat anak-anak bahagia. Tapi sebenarnya anak tidak membutuhkan orang tua untuk membuat mereka bahagia tapi orang tua yang membuat mereka mampu mengurus diri mereka sendiri.
Dr. Connie Dawson, salah satu penulis bulu  How Much Is Enough, menulis: Ketika orang tua memberikan terlalu banyak barang yang berharga mahal, melakukan untuk anak sesuatu yang dapat dilakukan sendiri oleh anak, tidak menetapkan ekspektasi anak mengerjakan tugas, tidak menetapkan aturan yang baik dan membiarkan anak semaunya sendiri di rumah, orang tua itu terlalu memanjakan anaknya.
Berikut ini beberapa tanda orang tua terlalu memanjakan anak:

1. Memberi anak-anak benda atau pengalaman yang tidak sesuai dengan usia atau minat anak, 
  • Mengijinkan anak usia 5 tahun berpakaian seperti artis dewasa
  • Mengijinkan anak 12 tahun menonton film dewasa
  • Menghapus jam malam untuk remaja yang sudah memiliki surat ijin mengemudi

2. Memberikan benda-benda yang lebih sesuai untuk orang dewasa
  • Seorang ibu membelikan puterinya pakaian paling trendy, karena si ibu percaya hal itu mencerminkan gaya berpakaiannya sendiri
  • Ayah membelikan puteranya mobil mewah pada usia 16 agar teman-teman ayah dan teman-teman puteranya terkesan

Orang tua memberikan anaknya semua yang paling bagus sehingga terlihat sebagai orang sukses.
Mengabaikan perlunya mengajarkan anak keahlian yang mereka perlukan dalamke hidupan.
Memakaikan sepatu dan pakaian pada anak usia 4 tahun yang sudah mampu memakainya sendiri.
Mencucikan pakaian anak remaja yang sudah mampu  dan perlu belajar melakukannya sendiri
Menurut sebuah penelitian pada tahun 2001, anak yang terrlali dimanjakan bisanya tumbuh dewasa dengan mempercayai hal-hal berikut ini:
  • Aku tidak bisa menjadi bahagia bila tidak berpenampilan baik, cerdas, kaya dan kreatif.
  • Kebahagiaanku bergantung pada kebanyakan orang yang kukenal menyukaiku.
  • Ketika aku gagal sebagian, sama buruknya dengan gagal total
  • Aku tidak bisa bahagia bila tidak memiliki hal-hal baik dalam hidup
  • Sendirian akan menjadi ketidak bahagiaan
  • Bila seseorang tidak sepaham denganku, itu menunjukkan orang itu tidak suka padaku
  • Kebahagiaanku lebih tergantung pada orang lain daripada diriku sendiri
  • Ketika aku gagal dalam pekerjaan, aku menganggap diriku sebagai orang yang gagal

Jadi berhentilah memanjakan anak-anak Anda demi kepentingan mereka sendiri.
Ajarkan mereka perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Ajarkan mereka untuk berusaha sendiri mendapatkan apa yang mereka inginkan.Misalnya anak Anda menginginkan video game baru. Berikan 2 pilihan. pertama,  Anak Anda boleh memintanya sebagai hadiah ulang tahun atau  Idul Fitri/Natal atau kedua mereka dapat mengerjakan tugas tambahan  untuk mendapat uang untuk membelinya sendiri. Bila anak memutuskan dari hatiya untuk bekerja dan membeli sendiri barang yang diinginkannya, mereka akan lebih menghargainya dan menjaga barang itu dengan lebih hati-hali. Mereka juga akan berpikir lebih panjang sebelum meminta benda lain di masa depan.
Memperbaiki kerusakan akibat terlalu dimanjakan
Anda dapat melakukan 2 hal berikut ini:
  • Membantu anak-anak membangun kesabaran. Orang tua sering menghalangi anak-anaknya belajar bersabar. Kita sering lupa bahwa masalah dalam kehidupan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Kitalah yang mempercepat segala sesuatu untuk anak-anak kita. Jangan cepat-cepat membantu memecehkan masalah untuk anak-anak Anda. Perjuangan baik untuk mereka.
  • Beri anak-anak kesempatan untuk membangun tanggung jawab dan merasa berharga. Anak-anak memerlukan Anda untuk belajar keahlian penting dalam hidup mereka. Mereka membutuhkan Anda untuk memberi tugas secara teratur dan  untuk membuat mereka bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Dengan demikian, Anda membantu anak-anak Anda menjadi dewasa, bukan hanya menjadi besar.

Semua anak dari waktu ke waktu terlibat dalam perdebatan mengenai melakukan tugas atau tanggung jawab mereka, tapi bila orang tua menyerah dan tidak memberikan tugas sesuai usia mereka, anak-anak mereka akan.tumbuh dewasa tanpa rasa tanggung jawab. Berapapun usia anak, tanggung jawab yang Anda berikan kepada mereka harus mencakup maksud tersebut.
  • Membantu anak mempelajari keahlian dalam hidup
  • Membantu anak menjadi anggota keluarga yang berharga
  • Membantu anak menjadi anggota masyarakat yang berharga

Dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak Anda untuk saling membantu dan melayani dalam keluarga, Anda membantu mereka mengurus diri mereka sendiri dan pada waktunya melayani masyarakat.


Sumber: http://www.oneplace.com

Amankan Rumah Anda Sebelum Bayi Mulai Merangkak


Ketika bayi mulai merangkak, rumah mungkin menjadi tempat yang kurang aman. Lakukan langkah-langkah pengamanan rumah jauh sebelumnya, bahkan disarankan memulainya sebelum bayi lahir. Orang tua sering mengabaikan pentingnya mengamankan rumah sampai waktunya bayi mulai berdiri dan merangkak dan mereka menjadi panik karena begitu banyaknya yang harus dilakukan.
Ambil posisi merangkak dan pandanglah dunia sekitar dari sudut pandang bayi dan pastikan Anda tidak melewatkan sesuatu. Dalam dua tahun ke depan Anda akan mengamati si kecil merangkak, berjalan dan berlari.

Berikut ini beberapa tips mengamankan rumah Anda untuk bayi:

Colokan dan kabel listrik
Segala sesuatu menarik bagi bayi termasuk colokan listrik di dinding. Bayi mungkin ingin memasukkan sesuatu ke lubangnya, termasuk jari-jarinya yang kecil. Tutuplah colokan dengan penutup dari plastik. Atau tutup rapat colokan yang jarang dipakai dengan plakban.  Anda juga dapat mengganti colokan dengan yang berpenutup. Atau tempatkan furnitur di depan colokan.
Jauhkan kabel listrik dari bayi. Tempelkan kabel rapat di dinding sehingga bayi tidak dapat menarik atau mengunyahnya. 


Amankan diri Anda
Anda mungkin perlu mengubah kebiasaan Anda begitu bayi dapat meraih dan bergerak, dimana semua benda di sekitarnya ingin diraihnya. Letakkan gelas air minum, piring, sendok garpu dll jauh dari tepi meja dan dari pangkuan Anda.
Lepas anting-anting panjang Anda dan ganti dengan giwang. Lupakan kalung Anda dan simpan sementara bayi ada pada fase ini. Ganti kacamata Anda dengan lensa kontak.

Pagari tangga
Pasang pagar pengaman pada puncak tangga sebagai langkah minimum. Sebuah pagar di dasar tangga dapat mencegah pendaki kecil Anda memanjat dan jatuh berguling-guling. Pagar juga dapat dipasang dimana-mana untuk mencagah bayi masuk ke ruangan atau area tertentu seperti dapur, kamar mandi, halaman rumah dll.


Singkirkan tanaman dari dalam rumah
Tanaman hias bisa jadi beracun bila dimakan. Pindahkan tanaman hias Anda ke luar rumah atau ke rak-rak yang tinggi. Pindahkan tanaman yang berukuran besar walaupun tidak berbahaya, ke ruangan yang tidak dapat dicapai bayi. Bisa jadi bayi ingin memanjat tanaman atau memasukkan tanah ke mulut.

Jaga kebersihan lantai
Dengan bayi yang menjelajah seluruh lantai, penting menjaga lantai tetap bersih dan bebas bahaya. Semua benda kecil harus disingkirkan agarbayi tidak memasukkannya ke mulut. Gunakan gulungan bekas tisu sebagai panduan.  Bila suatu benda dapat masuk ke dalam gulungan tisu, jauhkan dari bayi. Buat aturan: lepas alas kaki ketika masuk ke rumah. yang dapat membantu residu pupuk dan kuman masuk ke rumah. Selalua sapu, pel dan gunakan vacuum cleaner dengan teratur

Furnitur yang Kukuh
Bayi Anda akan segera menggunakan furnitur alat bantu berjalan. Pastikan furnitur yang berat berdiri stabil dan tidak akan jatuh menimpa bayi. Gunakan penahan furnitur untuk menjaga agar rak buku, lemari dan meja yang menempel ke dinding tidak jatuh. Gunakan pelindung sudut pada meja, rak TV, kusen jendela dan benda lain yang sudutnya tajam.
Dan apakah Anda benar-benar memerlukan taplak meja? Bayi dapat meraih taplak meja dan menariknya hingga lepas dan melemparkan semua benda di atasnya dan dapat membahayakan bayi.


Simpan zat berbahaya di tempat terkunci
Simpan semua benda yang berbahaya misalnya bahan rumah tangga seperti pembersih, cat, sabun cuci, juga obat-obatan, vitamin, alkohol harus diletakkan di tmpat yang tidak terjangkau oleh bayi dan disimpan dalam lemari yang tinggi dan terkunci.

Pasang kunci lemari
Bayi akan segera menunjukkan kepintarannya membuka laci dan lemari, dan mengeluarkan isinya. Kunci lemari dan laci agar si kecil tidak dapat membukanya dan mengambil benda di dalamnya. Laci yang ditarik terlalu jauh dapat jatuh dan menimpa bayi. Bila Anda tidak dapat memasang kunci pada laci, Anda dapat mengganjalnya sehingga bayi tidak dapat membukanya. 
Pertimbangkan menyediakan lemari kecil khusus untuknya, isi dengan wadah-wadah plastik, sendok kayu dll. Letakkan di sudut dapur yang jauh dari kompor. Si kecil pun dapat memuaskan diri membongkar lemarinya sendiri.



Singkirkan mainan kecil
Mainan saudaranya yang lebih besar bisa jadi menimbulkan bahaya tersedak bagi bayi. Semua benda yang dapat masuk ke gulungan tisu dapat tak sengaja ditelan oleh bayi, maka simpanlah benda-benda kecil dalam ruangan yang tidak dapat dimasuki bayi. Ajarkan kakak-kakak si bayi tentang bahaya meninggalkan benda kecil di area yang dapat dicapai bayi.

Jauhkan tali dari bayi
Tali di rumah dapat menimbulkan bahaya bagi bayi karena dapat membelit bayi dan mencekiknya. Singkirkan gantungan-gantungan dari box bayi ketika bayi mulai duduk. Kabel listrik harus di tutup dan dijauhkan dari jangkauan bayi karena bayi mungkin menariknya dan mengunyahnya. Tali gorden harus dibungkus dan ditempel rapat ke dinding.

Selalu Awasi Bayi Anda

Tidak ada langkah pengamanan yang dapat menggantikan pengawasan pada bayi terus menerus. Anda perlu selalu tahu di mana bayi Anda berada setiap saat. Bila Anda perlu beberapa saat untuk meninggalkan bayi Anda, misalnya menyelesaikan sesuatu atau menerima telepon, letakkan bayi di tempat yang Anda tahu aman, misalnya dalam box.


Berikan Edukasi Sedini Mungkin

Orang tua sering melakukan kesalahan karena berpikir bahwa bayi terlalu muda untuk memahami kata “tidak” atau “jangan” sehingga tidak mau repot-repot mengatakan tentang  situasi yang berpotensi berbahaya. Anda perlu menetapkan disiplin pada bayi Anda. Gunakan kalimat seperti “Bahaya”, “Jangan sentuh” atau bahkan, “Itu milik Bunda” ketika mengalihkan anak dari sesuatu yang berbahaya. Meskipun anak Anda masih terlalu kecil untuk memahami artinya sekarang, lambat laun ia akan mengerti.

Sumber: