10 Fakta Tentang Penderita Down Syndrome Yang Perlu Anda Ketahui



Penderita Down Syndrome sering dianggap sebagai orang yang tidak normal dan tidak memiliki kehidupan layaknya orang-orang lain.

Berikut ini 10 fakta yang selama ini tidak banyak kita ketahui tentang penderira Down Syndrome:
  1. Sebagian besar penderita Down Syndrome lahir sebelum ibu mereka berusia 35 tahun
  2. Seperti orang-orang lain, dengan dukungan yang baik, penderita Down Syndrome menikmati kehidupan mereka.
  3. Down Syndrome menyebabkan disabilitas, tapi bukan penyakit.
  4. Pada penderita Down Syndrome, pembelajaran dimulai sejak mereka lahir, dan tidak pernah berhenti.
  5. Semua penderita Down Syndrome memiliki perasaan, pikiran, minat, harapan, dan tahu apa yang mereka inginkan dari hidup mereka. Sebagian besar, dengan dukungan yang baik, memiliki kehidupan masa dewasa yang menarik, independen dan sukses.
  6. Walaupun kita mungkin sulit memahami percakapan sebagian penderita Down Syndrome, sebenarnya mereka adalah komunikator hebat.
  7. Setiap penderita Down Syndrome memiliki kepribadian yang berbeda.
  8. Penderita Down Syndrome dengan dukungan yang beragam, bekerja dengan sukses, antara lain di bidang ritel, administrasi, perawatan anak dan rumah sakit.
  9. Penderita Down Syndrome memiliki kromosom tambahan (nomor 21) di samping kromosom 46 yang ada pada orang normal. Walaupun penderita Down Syndrome  umumnya memiliki wajah yang khas, penampilan dan kepribadian mereka lebih mirip keluarga mereka dibanding dengan sesama penderita Down Syndrome.
  10. Pada tahun 1960, harapan hidup penderita Down Syndrome di Australia hanya mencapai 10 tahun. Kini, mereka dapat hidup hingga 50 – 60 tahun.





Teka-teki Angka Sudoku 0315

Masukkan angka 1-6 ke dalam kotak di bawah ini.
Tiap baris , kolom dan kotak berukuran 3X2 harus diisi angka 1-6


Pesan dari penderita Down Syndrome untuk calon ibu

Down Syndrome, Gejala dan Masalah Yang Dihadapi

Apa itu Down Syndrome?
Down syndrome adalah kelainan genetik pada kromosom yang mengakibatkan disabilitas intelektual, penampilan wajah yang khas, otot lemah (hipotonia) pada waktu bayi. penderita Down Syndrome mengalami kelambatan kognitif, namun disabilitas intelektual mereka biasanya ringan hingga menengah.

Penyandang Down syndrome mungkin mengalami berbagai kelainan sejak lahir, seperti kelainan jantung, pencernaan yang tidak normal.

Ciri Fisik
Anak-anak Down syndrome  umumnya memiliki penampilan wajah yang khas. Tidak semua penyandang Down syndrome memiki ciri-ciri yang sama, namun beberapa ciri yang sering dijumpai adalah:
·         Wajah seperti rata dengan hidung kecil
·         Kepala kecil, bagian belakang rata
·         Leher pendek
·         Mata mengarah ke atas
·         Telinga kecil atau berbentuk tidak normal
·         Otot lemah
·         Tangan lebar dan pendek
·         Jari-jari pendek, tangan dan kaki kecil
·         Sendi-sendi sangat fleksibel
·         Bintik-bintik kecil berwarna putih pada iris mata
·         Badan pendek
·         Lidah lebih besar dari norrnal
Bayi Down syndrome mungkin berukuran seperti bayi lain, tapi mereka tumbuh lambat dan lebih kecil dari anak-anak seusia mereka. Tahap perkembangan mereka lebih lambat dari anak-anak lain

Masalah Kesehatan
Penyandang Down syndrome berisiko mengalami kondisi kesehatan seperti intoleransi pada protein gandum yang bernama gluten, kelenjar tiroid kurang aktif (hipotiroid), risiko masalah pendengaran dan penglihatan. Sebagian kecil penyandang Down syndrome menderita leukemia.
Kelambatan perkembangan dan perilaku juga sering terjadi pada anak penyandang Down syndrome. Pada penderita Down syndrome kemampuan bicara dan bahasa berkembang belakangan dan lebih lambat dibandingkan anak-anak normal.  Hal ini dapat menyebabkan percakapan mereka sulit dimengerti. Masalah perilaku pada penderita Down syndrome antara lain sulit memusatkan perhatian, obsessive compulsive, keras kepala dan tantrum. Sebagian kecil juga didiagnosis memiliki kondisi autisme yang mempengaruhi komunikasi dan interaksi sosial.
Penyandang Down syndrome sering mengalami kemunduran kemampuan berpikir (kognisi) bertahap ketika umur mereka bertambah, biasanya mulai usia 50. Down syndrome juga berubungan dengan risiko penyakit Alzheimer.
Masalah lain yang sering dialami penderita Down syndrome antara lain menopause dini, kejang, infeksi telinga,  obesitas, masalah kulit, masalah pada tulang.

Menderita pada masa muda baik untukmu....


Orang terlalu khawatir tentang anak-anak mereka.
Menderita pada masa muda baik untukmu, 
karena membuat tubuh dan jiwamu kebal...
- Jeanette Walls


Keong dan Kancil Balapan Lari


Pada suatu hari yang panas, kancil ingin minum di sebuah sungai. Ketika tiba di dekat sungai, kancil melihat seekor keong  berjalan ke arah sungai. Keong  itu berjalan pelan sekali di antara dua buah semak berduri sehingga kancil tidakbisa lewat.

“Yong, cepat sedikit! Aku haus sekali,” kata kancil
“Tunggu, cil,” kata keong.

Keong berusaha berjalan secepat mungkin tapi kancil sudah tidak  sabar. Kancil marah dan mulai mengejek keong.

“Makanya, yong.  Kalau mau jalanmu  cepat, jangan bawa-bawa rumahmu,” kata kancil.
Kancil terus mengejek sehingga keong kesal. “Jalanku memang pelan. Tapi aku bisa lari lebih cepat darimu,”
“Kamu lari lebih cepat dariku?” kancil tertawa geli sampai terguling-guling di tanah.
“Kamu tidak percaya? Jalanku memang lambat, tapi kalau mau aku bisa lari lebih cepat darimu.”
“Kalau begitu, kita balapan yuk!” kata kancil
“Ayo, siapa takut! Besok kita balapan lari dari pohon cemara sampai pohon durian itu.”
“Baik, besok kita bertemu pada waktu matahari terbit. Jangan nangis kalau kalah, ya.” Kancil pun pergi sambil tertawa-tawa.

Seekor kelinci dan burung-burung menasihati keong agar membatalkan balapan.  “Kau pasti kalah,” kata kelinci. “Benar, batalkan saja,” kata burung pipit.
“Datang saja besok, kita lihat apa yang terjadi,” kata keong.

Esok paginya, seluruh warga hutan sudah mendengar berita keong menantang kancil balapan. Banyak hewan datang menonton. Kancil senang sekali. Dia yakin sekali akan menang.

“Yong, kau yakin akan tetap balapan denganku? Tak perlu malu, belum terlambat untuk membatalkannya.”
Keong menjawab dengan percaya diri, “Ayo kita mulai!”

Balapan dimulai. Kancil mulai berlari. “Yong, aku lari pelan-pelan saja... toh aku akan tetap menang.”
“Hei, kancil! Aku di depanmu!”
Kancil terkejut. Keong sudah mendahuluinya. Kancil pun mempercepat larinya.

Beberapa saat kemudian....
“Yong?”
“Aku di sini!”  terdengar suara kecil di depan kancil.
Kancil sekarang lari secepat-cepatnya, tapi....
“Yong?”
“Hei, kancil! Kalau tidak cepat, kau akan kalah!”

Tiap kali kancil memanggil, “Yong?”, keong selalu ada di depannya.
Kancil sudah hampir sampai di pohon durian. Dengan gugup ia memanggil, “Yong?”
Keong sudah ada di bawah pohon durian. “Aku di sini, cil. Aku menang!”
Penonton bersorak sorai.  Kancil yang sombong sangat malu. Ia pergi dengan kepala tertunduk.      
Benarkah keong berlari lebih cepat dari kancil? Tentu saja tidak! Tapi keong cerdik. Ia mengumpulkan teman-temannya. Semua keong tampak serupa. Keong yang banyak sekali itu berjalan pelan-pelan di sepanjang jalur balapan. Tiap ada panggilan, “Yong?” keong yang berada di depan kancil menjawab. Satu keong bersembunyi  di bawah pohon durian, ketika kancil hampir sampai, ia menampakkan diri.

Siapa lemah harus cerdik!

Otak Mampu Menyalakan Bola Lampu


Otak kita terdiri atas sekitar 100 milyar sel mikroskopis yang disebut neuron. Dibutuhkan waktu lebih dari 3000 tahun untuk menghitung semua sel otak. Ketika kita tertawa, bermimpi, berpikir, melihat, atau bergerak, zat kimia dan sinyal listrik bergerak di antara neuron.melalui jutaan “jalan raya” di otak.

Aktivitas otak tidak pernah berhenti. Pesan-pesan lalu lalang di otak dengan kecepatan tinggi. Neuron membuat dan mengirim pesan lebih banyak dari semua hubungan telepon di seluruh dunia. Sebuah neuron menghasilkan sedikit listrik, namun semua neuron bersama-sama dapat menghasilkan listrik yang mampu menyalakan sebuah bola lampu berkekuatan watt kecil.

Sumber: http://kids.nationalgeographic.com/explore/science/your-amazing-brain