Jawaban:
Teka Teki 12 Kelereng
Kamu punya 12 kelereng dan 3 kantong yang sama bentuk dan ukurannya.
Masukkan 12 kelereng itu ke dalam ketiga kantong, masing-masing kantong harus diisi jumlah kelereng yang sama.
Oh ya, memasukkan 4 kelereng ke tiap kantong tidak berlaku, ya!
Kamu harus mencari 2 cara yang lain.
Sumber: http://www.puzzlesandriddles.com
Manfaat Bermain
Bermain
adalah cara anak-anak belajar tentang diri mereka dan dunia. Bermain meliputi
eksplorasi, imajinasi dan stimulasi.
Melalui
bermain. anak:
- Belajar bergaul dengan orang lain
- Mengatasi konflik
- Melatih kemampuan bahasa
- Mengembangkan kemampuan motorik (kasar dan halus)
- Mengalirkan energi
- Mengembangkan kebebasan, harga diri dan kreativitas
- Meningkatkan perkembangan kognitif melalui permainan imajinatif seperti roleplay
Bermain bukan hanya untuk anak-anak
Manfaat
bermain sangat besar untuk anak-anak. Sebuah penelitian membandingkan
perkembangan anak yang banyak bermain dengan orang lain, hasilnya:
- Anak-anak yang bermain dengan ayah mereka memiliki imajinasi dan kemampuan kognitif lebih tinggi daripada anak yang tidak bermain dengan ayahnya.
- Anak-anak yang bermain dengan ibu mereka mengalami kelekatan yang lebih aman dengan ibu mereka, dibandingkan anak-anak yang ibu mereka tidak punya waktu untuk bermain
- Anak-anak lebih besar yang bermain dengan orang tua mereka lebih terlibat dengan aktivitas lain, memiliki hubungan yang lebih positif dengan sekolah dan lebih dekat dengan keluarga, dibandingkan anak-anak yang tidak bermain dengan orang tua mereka khususnya pasangan hidup.
Manfaat
bermain untuk orang tua
Orang
tua dituntut dapat memenuhi kebutuhan anak-anak dan sebenarnya tidak punya
waktu untuk bermain dan mungkin tidak dapat menikmati bermain seperti
anak-anak, namun orang tua yang bermain bersama anak mendapatkan peningkatan
harga diri yang signifikan, dan peningkatan kepuasan relasi.Hal ini berlaku
ketika orang tua bermain dengan anak-anak, juga dengan orang dewasa lain,
terutama pasangan hidup.
Sumber:
Kisah Kerbau dan Buaya
Pada suatu hari, seekor buaya berjemur di tepi sungai.
Tiba-tiba sebatang pohon besar roboh dan menimpanya. Buaya tidak terluka karena
kulitnya yang keras, tapi pohon itu besar sekali, sehingga ia terhimpit dan
tidak bisa pergi.
Buaya lapar sekali, tapi ia tak bisa mendorong pohon yang
menindihnya. Seekor kerbau muda datang untuk minum. Buaya memohon kepada kerbau
untuk membebaskannya dari himpitan pohon.
“Pohonnya besar sekali,” kata buaya. “Aku tidak kuat
mengangkatnya.’
“Tolonglah,” kata buaya. “Kalau kau tak mau menolongku, aku
akan mati.”
Buaya merasa iba. Ia mengerahkan seluruh tenaganya
mengangkat pohon itu dengan bahunya yang kuat. Pohon itu berhasil diangkat, dan buaya bebas. Kerbau yang
terengah-engah beristirahat sejenak. Tapi tiba-tiba “Hap!” buaya menggigit
kakinya.
“Buaya!” teriak kerbau. “Lepaskan kakiku!”
Kerbau memohon-mohon agar buaya melepaskannya. Buaya malah
mulai menariknya ke sungai. Karena kerbau berat, buaya agak kesulitan menyeret
kerbau ke sungai. Beberapa hewan yang datang ke sungai tidak mau menolong
kerbau, mereka takut menjadi mangsa buaya. Mereka cepat-cepat lari.
Untunglah, tak lama kemudian datanglah kancil. “Hai kerbau,
sedang apa kamu di situ?” Kerbau pun menceritakan buaya yang tidak tahu
berterima kasih itu mau memakannya setelah ditolong.
“Kau bilang, kau mengangkat pohon untuk menolong buaya?”
tanya kancil. “Pohon yang mana?”
Kerbau menunjukkan pohon yang roboh itu. Kancil mengamati
pohon besar itu.
“Besar sekali pohonnya,” kata kancil. “Tak mungkin kau kuat
mengangkatnya.”
“Benar, kancil, aku tadi mengangkatnya” kata kerbau. “Kau tanya saja sama buaya.”
“Heeh,” kata buaya tanpa membuka mulutnya, takut kerbau
terlepas.
“Aku tidak percaya,” kata kancil. “Kau bisa buktikan?”
“Buaya, lepaskan kerbau itu. Biar dia buktikan kata-katanya.
Aku jamin dia tidak bisa lari dengan kakinya luka parah begitu.”
Buaya yang kelaparan tidak bisa berpikir lagi. Makin cepat masalah ini selesai, makin cepat ia bisa makan kerbau muda itu. Ia melepaskan
kaki kerbau, lalu kembali ke tempat ia tertindih pohon.
“Kerbau, letakkan pohon itu di atas buaya,” kata kancil. “Lalu
buktikan bahwa kamu kuat menolongnya mengangkat pohon itu.”
Kerbau dengan susah payah mengangkat pohon lalu meletakkannya di atas tubuh buaya.
“Benar begitu?” tanya kancil kepada kerbau dan buaya,
“Iya,” kata kerbau
“Benar,” kata buaya. “Ayo kerbau, cepat singkirkan pohon ini.”
Kerbau bersiap-siap mengangkat pohon itu sekali lagi. “Hai
kerbau! Apa yang kau lakukan?”
“Kan kau mau aku buktikan...”
“Jadi kau mau jadi makanan buaya?”
“Oh, iya ya...”
“Ayo kita pergi!”
“Tapi...” kata kerbau dan buaya bersamaan.
“Biarkan saja dia.”
“Terima kasih, cil. Kau menyelamatkan aku dari buaya jahat
itu.
Mereka berdua berjalan kembali masuk ke hutan. Sementara buaya
hanya bisa menunggu sampai ada yang mau menyelamatkannya.
Tips Parenting Lee Kuan Yew -Inspirasikan Kerja Keras
PM Singapura Lee Hsien Loong terinspirasi pada pendekatan ayahnya, Lee Kuan Yew yaitu kerja kerja dan prinsip utama bahwa semua hal dapat dilakukan dengan lebih baik.
"Mengamati ayah saya bekerja dan berjuang menghadapi berbagai hal dan tantangan memberi saya inspirasi."
Salah satu contoh, PM Lee bercerita, ayahnya belajar bahasa Mandarin dengan mendengarkan kaset, berlatih bersama seorang guru dan mendengarkan kaset lagi sambil beroleh raga, yang dilakukannya bahkan pada akhir minggu. Lee Kuan Yew juga mendengarkan kaset Mandarin sambil bercukur dan menggosok gigi. Ia tetap menjalani rutinitas ini hingga lanjut usia, seakan tidak ingin berpisah dengan bahasa tersebut dan terus belajar.
Pengalaman ini dituliskan dalam buku Keeping My Mandarin Alive yang diedit oleh Dr Chua Chee Lay, salah satu guru bahasa Mandarin Lee Kuan Yew
Anda dapat mengajarkan anak-anak Anda bahwa pekerja keras akan mendapat imbalan yang baik, dengan memberikan contoh yang baik. Bekerja sama dalam sebuah aktivitas bersama adalah salah satunya. Misalnya Anda dan anak Anda mengambil pelajaran musik bersama dan berlatih bermain musik bersama hingga Anda dan anak mahir. Mencapai misi ini bersama akan memberikan kepuasan yang lebih besar dan lambat laun, anak Anda akan menyadari bahwa kerja keras memberikan hadiah yang sepadan
"Mengamati ayah saya bekerja dan berjuang menghadapi berbagai hal dan tantangan memberi saya inspirasi."
Salah satu contoh, PM Lee bercerita, ayahnya belajar bahasa Mandarin dengan mendengarkan kaset, berlatih bersama seorang guru dan mendengarkan kaset lagi sambil beroleh raga, yang dilakukannya bahkan pada akhir minggu. Lee Kuan Yew juga mendengarkan kaset Mandarin sambil bercukur dan menggosok gigi. Ia tetap menjalani rutinitas ini hingga lanjut usia, seakan tidak ingin berpisah dengan bahasa tersebut dan terus belajar.
Pengalaman ini dituliskan dalam buku Keeping My Mandarin Alive yang diedit oleh Dr Chua Chee Lay, salah satu guru bahasa Mandarin Lee Kuan Yew
Anda dapat mengajarkan anak-anak Anda bahwa pekerja keras akan mendapat imbalan yang baik, dengan memberikan contoh yang baik. Bekerja sama dalam sebuah aktivitas bersama adalah salah satunya. Misalnya Anda dan anak Anda mengambil pelajaran musik bersama dan berlatih bermain musik bersama hingga Anda dan anak mahir. Mencapai misi ini bersama akan memberikan kepuasan yang lebih besar dan lambat laun, anak Anda akan menyadari bahwa kerja keras memberikan hadiah yang sepadan
Langganan:
Postingan (Atom)





