Quotation




“Imagine life as a game in which you are juggling five balls in the air. You name them – work, family, health, friends, and spirit – and you’re keeping all of these in the air. You will soon understand that work is a rubber ball. If you drop it, it will bounce back. But the other four balls – family, health, friends, and spirit are made of glass. If you drop one of these, they will be irrevocably scuffed, marked, nicked, damaged, or even shattered. They will never be the same. You must understand that and strive for balance in your life.”  -Brian Dyson, the Chairman of Coca Cola from 1959-1994

Jawaban Permainan Cari Kata - Pemandangan

S
U
N
G
L
U
T
R
J
H
G
B
I
S
R
M
L
A
U
T
E
U
V
C
K
U
N
D
J
E
R
O
R
P
P
T
U
N
B
A
A
A
M
U
A
R
A
Q
B
G
U
N
U
N
G
B
W
A
N
Z
V
A
K
K
T
S
A
W
A
H
T
X
C
I
I
K
U
P
C
U
X
H
A
W
F
V
T
P
U
L
A
U
L
K
I
D
R
F
G
G
D
Y
C
O
Z
L
J
M




Monyet dan Tukang Kayu (Fabel Bidpai)



Seekor monyet memperhatikan seorang tukang kayu yang sedang membelah sebatang kayu dengan dua buah baji. Pertama-tama ia menyisipkan baji yang kecil ke dalam celah kayu, untuk menjaga celah itu tidak tertutup. Kemudian ketika celah sudah cukup lebar, ia memasukkan baji yang lebih besar dan memukulnya dengan palu dan mengeluarkan baji kecil.

Tengah hari tiba, tukang kayu pulang ke rumahnya untuk makan siang. Monyet ingin mencoba membelah kayu. Ketika ia duduk di bangku tukang kayu, ekornya yang panjang masuk ke dalam celah kayu tanpa ia sadari.

Ia memasukkan baji kecil ke dalam celah kayu seperti yang tadi dilakukan tukang kayu. Namun ia lupa memasukkan baji besar sebelum mencabut baji kecil. Kedua belahan kayu menutup dan menjepit ekor monyet. Monyet hanya bisa mengerang kesakitan hingga tukang kayu kembali. 

Tukang kayu memarahinya dan mengatakan bahwa monyet mendapat ganjaran yang setimpal karena mencampuri urusan orang lain. Baru setelah itu ia membebaskan sang monyet dari jepitan kayu.

15 KALIMAT UNTUK MEMBANGUN HARGA DIRI ANAK


Kata-kata orang tua sangat berpengaruh dalam perkembangan harga diri (self-esteem) anak. Berikut ini 15 kalimat yang dapat anda gunakan untuk membangun harga diri anak anda:

1.    “Mama mencintaimu, apa pun yang terjadi.”

2.    “Kamu sangat istimewa karena ....” (Katakan kepadanya mengapa ia istimewa, misalnya rajin belajar, peduli kepada orang lain, suka menolong, dan lain-lain).

3.    “Mama bangga padamu.”

4.    “Tidak apa-apa kalau kamu melakukan kesalahan.” (Ajarkan anak untuk belajar dari kesalahan yang dilakukannya. Berikan contoh hal-hal yang benar yang dapat dilakukannya dalam situasi yang sama)

5.    “Kamu menyenangkan. Mama senang bersamamu.”

6.    “Mama senang mendengarkan ceritamu... ayo cerita lagi!” (Menceritakan pengalamannya sangat penting bagi anak. Bila anda sering memintanya bercerita, ia akan merasa diperhatikan dan lebih mempercayai anda.)

7.    “Hidup ini adalah hidup yang kamu ciptakan sendiri.” (Ajarkan kepada anak bahwa keputusan-keputusan dan tindakan yang ia lakukan sangat berpengaruh pada hidupnya.)

8.    “Semua hal harus seimbang.” (Ajarkan anak bahwa semua hal harus seimbang, misalnya, belajar, bermain, makan, beristirahat, semua harus sesuai dengan kebutuhan.)

9.    “Belajar untuk selalu tertawa, ya.” (Tertawa menghilangkan kesedihan dan stress, mencairkan situasi yang tegang)

10. “Baik hatilah kepada semua orang yang kamu temui, tolonglah mereka dan cobalah memahami mereka.” (Ajarkan anak anda untuk peduli kepada orang lain, tidak menghakimi seseorang dan tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan.)

11. “Bagus, kamu berhasil menyelesaikannya!” atau “Kamu bisa!” atau “Kamu bisa menjawab soal PR ini, padahal susah juga, lho. Hebat!”

12. “Mama percaya kepadamu.” (Pernyataan yang sederhana ini mengajarkan anak bahwa anda mendukungnya.)

13. “Coba katakan, apa yang kamu pelajari dari sana?” (Ajarkan anak untuk menyaring pelajaran yang ia dapat dari pengalamannya sehari-hari.)

14. “Mama suka semangat kamu.”

15. “Kamu ... (atlit, pelukis, pembaca, penulis, dan lain-lain.) yang hebat!”

Quotation




"Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedoms—to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way." — Viktor Emil Frankl

Asal Usul Lomba Panjat Pinang



Tujuh belas Agustus! Hari kemerdekaan selalu diperingati dengan berbagai lomba, ada lomba makan krupuk, lomba balap karung dan yang tak pernah ketinggalan: lomba panjat pinang! Kamu tahu asal-usul lomba yang selalu meriah dan ramai ditonton orang ini?

Pohon pinang didirikan di lapangan. Pohon pinang dipilih karena batangnya tinggi, licin dan tidak bercabang. Batang pohong pinang dilumuri pelumas supaya licin. Di atasnya dipasang lingkaran dari bambu dan berbagai hadiah digantungkan di situ. Dan dipuncaknya, selalu dipasang bendera Merah Putih.

Satu kelompok panjat pinang terdiri dari 5 sampai tujuh orang. Beberapa dipilih yang berbadan besar dan kekar, berperan sebagai fondasi di bagian bawah. Untuk di bagian puncak dipilih orang yang berbadan kecil dan lincah memanjat.  Semua kelompok bergantian memanjat dan memperebutkan hadiah.  Mula-mula satu orang berdiri di depan pohon pinang, orang kedua berdiri di pundaknya, kemudian orang ketiga berdiri di pundak orang kedua  dan seterusnya sehingga tingginya hampir mendekati puncak pohon pinang. Orang yang ada di puncak berusaha meraih hadiah yang tergantung.  Hadiah yang berhasil dijatuhkan menjadi hak kelompok itu.

Memanjat dan berdiri di atas pundak orang lain, sambil menahan beban orang lain di atas tubuhnya hingga 4 sampai 5 orang, dan berusaha mengambil hadiah yang sulit diraih, bukan hal yang mudah.  Apalagi tubuh mereka  juga mau tidak mau terkena pelumas sehingga menjadi licin. Usaha mereka untuk mencapai puncak sering menjadi lucu dan seru sehingga orang suka menonton.

Banyak juga orang yang tidak setuju dengan diadakannya lomba ini, karena dianggap tidak manusiawi dan cukup berbahaya. Kaki-kaki peserta yang terkena pelumas akan ditempeli pasir dan kotoran lain sehingga sering menimbulkan lecet-lecet pada pundak orang yang di bawahnya. Risiko terpleset, kesleo dan terjatuh juga sering terjadi. Namun kebanyakan orang menyukainya karena lomba ini menunjukkan kemauan bekerja keras yang dibutuhkan kerja sama yang kompak untuk berhasil mendapatkan hadiah.

Lomba panjat pinang berasal dari jaman penjajahan Belanda dan merupakan hiburan bagi orang-orang Belanda pada acara-acara besar, dan orang-orang pribumi yang menjadi pesertanya.  Orang-orang Belanda tertawa melihat bagaimana orang-orang pribumi bersusah payah memperebutkan hadiah berupa gula, makanan dan pakaian yang mereka anggap mewah. Mungkin karena itulah lomba ini selalu diadakan pada peringatan kemerdekaan,  sebagai lambang kebebasan bangsa kita dari kekuasaan bangsa lain.

Permainan Cari Kata - Pemandangan


S
U
N
G
L
U
T
R
J
H
G
B
I
S
R
M
L
A
U
T
E
U
V
C
K
U
N
D
J
E
R
O
R
P
P
T
U
N
B
A
A
A
M
U
A
R
A
Q
B
G
U
N
U
N
G
B
W
A
N
Z
V
A
K
K
T
S
A
W
A
H
T
X
C
I
I
K
U
P
C
U
X
H
A
W
F
V
T
P
U
L
A
U
L
K
I
D
R
F
G
G
D
Y
C
O
Z
L
J
M



Temukan kata-kata berikut di dalam kotak di atas:


RAWA                    SUNGAI              GUNUNG
PANTAI                  PULAU                DANAU
SAWAH                  LAUT                  LEMBAH
MUARA                   BUKIT