Rak Mainan Anak

Mainan anak Anda berserakan? Anda punya rencana menata ulang kamar anak Anda? Gambar-gambar di bawah ini dapat memberi Anda ide. Mana yang Anda suka?

http://media-cache-ec3.pinterest.com/upload/48061920993689848_azZXDaXH_b.jpg
http://colorfulkidsrooms.com/wp-content/uploads/2010/06/5004023_
CubeCollection8Bench_Wh_07W1.jpeg
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRUym3U0Or-
ZbCS3FsMBroKR6tPoyhdNSo7MMetStysIvCEOecncQ
http://1.bp.blogspot.com/-8DMcHQtCaxo/T5hk2r5ixOI/
AAAAAAAAF2k/x4cgY2_K84k/s1600/expedit8.jpg
http://cdn.blogs.babble.com/toddler-times/files/toy-storage/storage03.jpg

http://www.2modern.com/kids-baby-toy-storage.jpg

Nyenyak Tidur Saat Hamil


Perubahan hormonal dan fisik yang berhubungan dengan kehamilan dapat mempengaruhi kualitas tidur. Tiap trimester kehamilan mempunyai masalah tidur yang berbeda. Berikut ini masalah tidur yang paling umum terjadi pada ibu hamil

Trimester pertama
  • Sering terbangun karena ingin buang air kecil. Hal ini terjadi karena kandung kemih tertekan oleh janin sehingga anda harus sering mengosongkannya.
  •  Gangguan tidur karena stres fisik dan emosional yang muncul karena kehamilan
  •  Banyak tidur pada siang hari


Trimester Kedua
Frekuensi ke kamar mandi pada malam hari berkurang karena posisi janin sudah bergeser ke atas, sehingga tekanan pada kandung kemih berkurang. Namun kualitas tidur masih kurang baik karena bayi yang tumbuh dan stres emosional yang timbul karena kehamilan

Trimester Ketiga
Pada trimester terakhir ini anda mungkin mengalami lebih banyak masalah tidur karena:
  •         Perut yang membesar membuat anda tidak nyaman
  •             Nyeri ulu hati, kejang pada tungkai
  •             Lagi-lagi anda harus sering buang air kecil karena posisi bayi berubah dan kembali menekan kandung kemih


Tip untuk membantu Anda tidur lebih baik selama kehamilan
Tip ini dapat membantu anda, namun bila anda mengalami gangguan tidur yang parah, bicarakan dengan dokter anda.

Bantal tambahan. Gunakan bantal untuk menyangga perut, punggung dan tungkai anda. Masing-masing ibu hamil merasa nyaman dengan posisi tidur yang berbeda-beda. Tempatkan bantal sesuai dengan posisi tidur yang paling nyaman untuk Anda.

Teknik relaksasi
Relaksasi dapat membantu menenangkan pikiran dan melemaskan otot-otot. Teknik relaksasi meliputi peregangan (stretching), yoga, diurut, meditasi dan menarik napas dalam-dalam.

Olah Raga
Olah raga 30 menit sehari dapat menguatkan tubuh dan mempermudah kelahiran. Berjalan santai, berenang, bersepeda statis dan senam khusus wanita hamil adalah olah raga terbaik untuk Anda. Tanyakan kepada dokter sebelum mulai berolah raga. Bila sebelumnya anda tidak terbiasa berolah raga, lakukan secara bertahap. Misalnya anda dapat mulai dengan 5 menit sehari. Tingkatkan bertahap hingga 30 menit sehari. Hindari senam dengan posisi telentang pada trimester ketiga
Olah raga teratur selama kehamilan meningkatkan kesehatan fisik dan mental dan membantu ibu hamil tidur lebih baik. Namun sebaiknya Anda tidak berolah raga dalam waktu empat jam sebelum waktu tidur.

Minum pada siang hari
Minumlah cukup banyak air pada siang hari dan mulai membatasi minum pada sore hari untuk mengurangi buang air kecil pada malam hari.

Mengurangi kecemasan  dan stres
Ibu hamil sering cemas dengan keadaan bayinya, peran barunya sebagai ibu, pengeluaran yang akan meningkat dengan hadirnya anggota keluarga baru dan berbagai macam masalah lainnya. Stres dan kecemasan adalah salah satu faktor utama yang membuat ibu hamil susah tidur. Kecemasan tidak akan menyelesaikan masalah Anda. Bicarakan kecemasan Anda dengan teman atau keluarga. Carilah bantuan profesional jika kecemasan anda menimbulkan stres.

Rutinitas
Ciptakan rutinitas sore yang membuat Anda tenang dan santai. Minum segelas susu hangat, membaca buku, mandi air hangat, atau meminta suami  memijat bahu anda, adalah ritual yang dapat membantu anda tidur nyenyak. Hindari mandi berendam dengan air yang terlalu panas karena dapat berisiko keguguran.

Posisi tidur
Pada trimester ketiga, tidurlah miring ke kiri. Posisi ini memungkinkan aliran darah yang lancar ke janin, rahim dan ginjal. Hindari  berlama-lama tidur telentang.

Diet
Hindari kafein dan alkohol untuk menghindari insomnia. Kafein tidak hanya ada dalam kopi, tetapi juga dalam teh dan minuman bersoda. Bila Anda mual, crackers dapat membantu mengurangi mual anda. Makanlah dengan porsi kecil namun lebih sering.  Pergi tidur dengan perut lapar atau terlalu kenyang dapat membuat sulit tidur.

Menghindari nyeri ulu hati
Jangan berbaring hingga 1 hingga 2 jam sesudah makan malam. Bila anda mengalami nyeri ulu hati, tidurlah dengan kepala berbantal tinggi. Hindari makanan pedas, asam dan gorengan karena dapat memperparah nyeri ulu hati.

Hindari tidur siang
Merasa mengantuk di siang hari membuat ibu hamil tidur siang, namun dengan tidur siang, Anda akan sulit tidur di malam hari.  Hindari tidur siang. Pergilah tidur satu jam lebih awal dari biasanya.

Jangan risaukan mimpi buruk
Sebuah penelitian di Kanada mengungkapkan bahwa 59% ibu hamil mengalami mimpi bahwa bayinya dalam bahaya. Mimpi seperti ini normal dan merupakan bagian dari naluri ibu untuk melindungi bayinya, Bila anda terbangun, ubah posisi anda dan tidur kembali

Asap rokok
Ibu hamil yang terpapar asap rokok sekunder atau perokok pasif lebih banyak mengalami sulit tidur. Mereka juga mengalami masalah pernapasan dan sering terbangun pada dini hari.

Kamar tidur hanya untuk tidur
Jangan menyimpan buku bacaan di kamar tidur. Niat anda membaca agar mudah tidur, namun yang sering terjadi justru anda  ingin terus membaca hingga akhirnya tidak dapat tidur. Bacalah buku, majalah dan bacaan lain pada siang dan sore hari.
Keluarkan televisi, komputer, telepon selular dari kamar tidur. Kamar tidur hanya untuk tidur dan menikmati kebersamaan anda berdua.


Sumber:

Gambar: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR4gi79VdTaBAwk5apnDKsAY8O8pvBX0S1OJXow_Pt6yjj6vWVRIA

Quotation



http://sg.theasianparent.com/wp-content/blogs.dir/1/files/quotes/1.jpg

Jawaban Permainan Angka Sudoku Jan 13


Resep Telur Masak Kecap


Resep sederhana ini sangat mudah dan bergizi. Ajak anak Anda ke dapur. Sementara Anda menyiapkan bumbu-bumbu, minta anak membantu mengupas telur rebus.

Telur Masak Kecap
Bahan:  
10 butir telur ayam, rebus, kupas
                  (Anda dapat menggunakan telur puyuh atau telur ayam ceplok)
150 gram jagung manis pipil
1 batang daun bawang potong serong panjang
2 sdm minyak untuk menumis
1 gelas air

Bumbu:
2 siung bawang putih, iris halus
4 butir bawang merah, iris halus
1 butir bawang bombay, potong-potong
2 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris serong agak besar 
   Jangan gunakan cabai bila anak tidak suka makanan pedas
1 batang daun bawang, iris serong besar
Kecap manis, garam secukupnya

Cara membuat:
Panaskan minyak, tumis semua bumbu sampai harum.
Masukkan air
Masukkan jagung manis, tunggu sebentar hingga jagung matang
Masukkan kecap, aduk rata
Masukkan telur, tambahkan garam sesuai selera
Setelah telur berwarna kecoklatan, masukkan daun bawang, tunggu sebentar, angkat.

Anda Bertanya Kami Menjawab - Anak Cengeng



Tanya:
Anak saya sering menangis. Karena masalah kecil saja ia menangis.
Bagaimana mengatasinya?

Jawab: 
Kami menyarankan Anda membaca 2 artikel di bawah ini.
Semoga dapat membantu.

Bagaimana Menghadapi Anak Cengeng
http://resourceful-parenting.blogspot.com/2013/02/bagaimana-menghadapi-anak-cengeng.html

Membantu Anak Mengatasi Kekecewaan
http://resourceful-parenting.blogspot.com/2011/08/membantu-anak-mengatasi-kekecewaan.html

Gambar: http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQe1qmFFWKnVdS0qqt4_3HmaO-BddJHQGjXR7ACrslM79RF9A8GBA

Bagaimana Menghadapi Anak Cengeng?


Anak Anda suka menangis karena alasan yang tidak jelas?  Misalnya, teman Anda berkunjung bersama anaknya yang sebaya dengan anak Anda. Anak-anak itu asyik bermain hingga tiba waktunya teman Anda pulang. Ketika mereka sudah pergi, anak Anda menangis dan sulit dibujuk. Makin dibujuk, makin keras tangisnya.

Dian sedang bermain sendiri. Karena kurang hati-hati ia terjatuh dan memar pada lututnya. Menangislah ia. Bukan karena sakit akibat terjatuh tapi... “Mama sih, Dian jadi jatuh!” Dian marah kepada dirinya sendiri karena tidak hati-hati dan jatuh, namun Mama yang disalahkan.

Anda ada di sebuah toko mainan bersama anak Anda. Anak Anda ingin membeli boneka cantik berambut panjang. Ternyata ada bagian boneka yang rusak. Boneka itu tinggal satu-satunya. Tentu Anda tidak ingin membeli mainan yang sudah rusak dan minta anak Anda membeli boneka model lain. Karena anak menolak, Anda mengajaknya ke toko lain. Apa yang terjadi? Anak Anda tidak mau ke luar dari toko itu dan menangis keras-keras. Toko itu cukup ramai dengan pengunjung dan Anda berdua menjadi tontonan.

Anak cengeng atau anak yang suka menangis karena sebab-sebab yang sulit dipahami sering membuat orang tua frustrasi, bahkan sering menyebabkan kejadian memalukan di depan umum.

Bagaimana menghadapi anak cengeng? Mengancam, memarahi atau menghukum anak jelas bukan solusinya. Anak cengeng biasanya terjadi karena anak tidak dapat mengendalikan emosinya. Mengajarkan anak memahami dan mengatasi emosi akan sangat membantu.

Kiat-kiat berikut dapat membantu Anda menghadapi anak yang sering menangis.

1.  Catat
Bila perilaku anak ini sering terjadi, perhatikan dan catat polanya. Apa yang terjadi sebelum anak menangis? Emosi apa yang dirasakan anak pada saat itu? Bagaimana reaksi anak pada kejadian itu?
Bila Anda dapat mengenali polanya, Anda akan lebih mudah mencari solusi yang tepat.  

2.  Jelaskan kepada  anak bahwa Anda yakin ia mampu menghadapi hidupnya
Anak-anak sering merasa tidak mampu menghadapi kesulitan hidup sehari-hari. Ajarkan realitas hidup kepada anak-anak. Bila Anda mengatakan, “Kasihan kamu, Nak,” atau “Anak malang,” anak-anak akan meyakini bahwa mereka kurang beruntung. Anda sendiri akan menjadi overprotektif  dan anak yang terlali dilindungi menjadi tidak percaya diri menghadapi emosinya dan situasi yang sulit

3.  Jelaskan bahwa anak dapat menghadapi emosinya.
Ketika anak sudah jauh lebih tenang, bicarakan hal-hal yang membuat anak sedih, kesal, marah atau kecewa. Jelaskan bahwa wajar dan tidak apa-apa merasakan suatu emosi ketika menghadapi sebuah situasi. Berikan beberapa solusi yang dapat mereka pilih dalam menghadapi situasi seperti itu.  Katakan bahwa Anda telah memberikan informasi yang dapat mereka gunakan untuk menghadapi emosi mereka. Jelaskan bahwa Anda tidak akan menolong dan menenangkan anak Anda bila ia merasa kesal dan menangis. Jelaskan bagaimana perasaan mereka sesakit apa pun akan berlalu dan anda yakin mereka dapat mengatasinya.

4.  Biarkan anak menghadapi emosinya
Jangan berusaha menenangkan anak yang menangis karena emosi. Biarkan anak merengek, mengeluh, menangis, bahkan mengamuk. Jangan memberikan reaksi seperti marah, sedih, menangis, apalagi memarahi anak. Jangan mengajak anak membicarakan masalah yang dihadapinya. Tunjukkan sikap sabar dan biarkan anak menghadapinya sendiri.

Setelah anak tenang, ajak anak membicarakan hal-hal lain seperti kejadian atau aktivitas sehari-hari. Jangan menyinggung situasi yang membuat mereka menangis.

Anda mungkin tidak sampai hati melihat anak Anda sedih dan menangis, namun perkembangan emosi anak jauh lebih penting. Bila Anda terus memberikan perhatian kepada pola merengek, mengeluh, menangis dan mengamuk itu, Anda justru membangun perilaku itu menjadi lebih kuat. Anak akan mengulanginya lagi dan lagi, dan tidak belajar untuk mengatasi emosinya Untuk membangun kepercayaan diri anak Anda mungkin perlu membiarkannya sendiri dan menghadapi emosinya. Anak akan menyadari bahwa dirinya sendiri lah yang dapat menyelesaikan masalah. 

5.  Cerita dan Role play
Masalah Anda mungkin tidak akan pergi begitu saja. Terus kembangkan rasa percaya diri anak dengan membacakan cerita yang mengandung moral dan emosi. Jelaskan bagaimana tokoh dalam cerita menyelesaikan masalahnya. Tanyakan kepada anak emosi tokoh itu ketika menghadapi masalah.
Lakukan role play untuk membantu anak mengenali emosi dan cara menghadapinya. Berpura-puralah Anda menghadapi masalah dan tunjukkan cara yang benar untuk menghadapi masalah dan menenangkan perasaan Anda. Anda juga dapat meminta pendapat anak Anda bagaimana sebaiknya menyelesaikan masalah itu. Anda dapat mengatakan “Mama kecewa dan marah karena masalah itu. Apa yang kamu lakukan bila kamu merasa kecewa atau marah?”

6.  Ajarkan cara-cara menenangkan diri
Jelaskan kepada anak Anda, bahwa ada cara untuk membantunya menenangkan diri. Ajarkan anak untuk menarik napas panjang beberapa  kali. Jelaskan bahwa menghitung sampai 10 juga dapat sangat membantunya menjadi lebih tenang. Bila memungkinkan anak juga dapat menghindar dan meninggalkan tempat itu.

7.  Berikan pujian
Pujian yang tepat sangat efektif bagi proses mengubah perilaku anak. Berikan pujian ketika anak sudah dapat mengendalikan emosinya dan menghadapi masalahnya cara-cara yang lebih baik.

Sumber:
http://terrificparenting.com/easily-upset
http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20110225153207AAk6FmO

Gambar:http://static6.depositphotos.com/1040130/557/i/450/dep_5576116-Child-cry-sit-on-white---isolated.jpg