KIsah Rona dan Bulan

Pada suatu malam bercahaya bulan, Rona pergi ke sungai untuk mengambil air. Ia membawa keranjang dengan kendi di dalamnya.

Tiba-tiba, bulan menghilang di balik awan. Jalan yang dilalui Rona menjadi gelap gulita. Rona tersandung batu dan menabrak semak-semak.

Rona marah dan berteriak, “Bulan jahat, tidak mau keluar dan bersinar.”

Bulan mendengar ucapan Rona. Ia pun marah. Ia turun ke bumi dan berusaha menangkap Rona. Rona menjerit dan memeluk sebuah pohon di tepi sungai. Bulan membawa Rona ke langit bersama dengan keranjang, kendi dan pohon yang dipeluknya.

Teman-teman Rona yang tadi melihat ia pergi mengambil air, keheranan karena gadis itu tidak juga kembali dari sungai. Mereka mencarinya di sepanjang jalan menuju sungai. 

Setelah beberapa saat mencari Rona dan tidak menemukannya, mereka memanggil-manggil, “Rona, Rona, dimana kau?”  Tersengar jawaban dari langit disertai isak tangis, “Aku di sini, di bulan, bersama bintang-bintang”

Teka Teki Kubus



Bila kubus in dibuka, seperti apa bentuknya? 



Sumber: http://worksheets.tutorvista.com/

Makanan untuk Meningkatkan Kemampuan Otak Anak


Makanan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan otak pada anak. Tahun-tahun pertama adalah masa yang penting untuk perkembangan otak, orang tua perlu menyediakan makanan terbaik untuk meningkatkan kemampuan otak, bukan hanya untuk saat ini, tapi juga untuk masa mendatang.

Sediakan makanan di bawah ini secara teratur untuk membantu meningkatkan kemampuan otak anak Anda

Ikan
Sebagian anak tidak menyukai bau dan rasa ikan.  Olahlah ikan sehingga anak suka menyantapnya.  Tuna, salmon, sardines kaya vitamin D dan Omega-3 yang membantu menghindarkan penurunan kognitif dan kehilangan memori. Omega-3  membantu mengoptimalkan fungsi otak

Telur
Telur adalah sumber kolin, yang penting untuk memproduksi sel-sel otak yang mengurus memori. Telur juga banyak mengandung Omega 3, seng dan lutein yang dapat membantu anak berkonsentrasi

Oatmeal
Oatmeal sering kita sebut havermut. Makanan ini kaya protein dan serat. Merupakan makanan yang menjaga arteri di jantung dan membuat otak jernih. Penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi havermut secara teratur dengan prestasi akademis yang lebih baik pada tugas-tugas yang berhubungan dengan memori

Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Kacang-kacangan dan biji-bijian kaya protein dan vitamin E yang membebaskan tubuh dari radikal bebas yang merusak sel-sel otak dan melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer. Kacang-kacangan dan biji-bijian juga merupakan sumber asam lemak esensial, vitamin dan mineral yang merupakan zat gizi yang baik untuk perkembangan otak.

Apel, Stroberi
Anak-anak suka makanan manis. Ganti permen dengan apel atau stroberi. Buah-buahan ini kaya antioksidan yang memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk mencegah penurunan kognitif

Kunyit
Kunyit mengandung curcumin, yang merupakan anti radang. Kunyit membantu mencegah endapan yang menyebabkan penyakit Alzheimer. Gunakan kunyit sebagai bumbu masakan Anda.

Sayuran berdaun hijau
Biasakan anak makan sayuran berdaun hijau terutama bayam, yang mengandung sulforaphane dan diindolylmethane, yang membantu mengeluarkan toksin dari tubuh dan membantu pembentukan sel baru otak.

Cokelat
Cokelat mengandung antioksidan  dan senyawa yang meningkatkan kemampuan otak. Pilihlah cokelat hitam (super dark cocholate) dan hindari cokelat yang mengadung gula (candy bars).

Brokoli
Brokoli mengandung banyak gizi termasuk vitamin K yang meningkatkan kemampuan otak  dan meningkatkan fungsi kognitif

Roti dari gandum utuh
Gandum utuh meningkatkan aliran darah, juga mengandung folat yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh


Sumber: http://mathrider.com

Cara Sederhana yang Efektif Agar Anak Mendengarkan Anda


“Anak saya tidak pernah mendengarkan saya,” adalah kalimat yang sering kita dengar dari para orang tua. kita sering memdengar orang tua mengeluh anaknya seolah tidak mendengar ketika diminta menata meja  makan, bangun dari tempat tidur, pulang tepat waktu, makan siang dan sebagainya.

Bagaimana agar anak benar-benar mendengarkan  dan mematuhi kita? Kita perlu mengingat bahwa anak-anak tidak merespon dengan baik ketika kita memberi perintah langsung. Anak-anak juga ingin dan perlu dihormati
Berikut adalah cara efektif untuk membantu anak mendengarkan kita

Berikan pilihan dan informasi

Contoh:
Anak sulit bangun di pagi hari. Kadang-kadang ia sudah bangun tapi masih bermalas-malsan di tempat tidur. Akibatnya ia sering terburu-buru bersiap-siap ke sekolah dan tidak sempat makan pagi.
Jangan katakan: “Bangun!”
Informasi: “Mobil jemputan akan datang 30 menit lagi”
Pilihan: “Apakah kamu dapat bangun sendiri atau kamu memerlukan bantuan?

Anak tidak ingin makan pagi.
Jangan katakan: “Kamu tidak boleh berangkat tanpa makan pagi.”
Informasi: “Makan pagi sudah siap di meja makan
Pilihan: “Kamu mau makan bubur atau cereal?”

Anak-anak tidak mau membantu ibu menyiapkan makan malam.
Jangan katakan: “Bantu ibu menata meja makan”
Informasi: “Kita akan lebih cepat makan malam bila semua orang membantu menyiapkan meja makan.”
Pilihan: “Kamu lebih suka menata meja atau membereskannya setelah makan malam?”

Seorang ibu pulang ke rumah dan mendapati anaknya bermain bola basket di depan pintu garasi. Ibu itu menyuruh anaknya pindah ke tampat lain agar bisa memasukkan mobil ke garasi. Anaknya menolak.
Jangan katakan: “Pindah!”atau “Minggir”
Informasi: “Ibu ingin kamu berada di tempat yang aman ketika ibu memasukkan mobil ke garasi.”
Pilihan: “Kamu lebih mudah pindah ke kiri atau kanan?”

http://parentingsimply.com

Ada Berapa Wanita?



Perhatikan gambar ini.
Ada berapa wanita di gambar ini?

Sumber: http://www.bhavinionline.com/

Otak Bersifat Kompetitif Bahkan Terhadap Dirinya Sendiri


Otak manusia memiliki potensi yang sangat menakjubkan. Banyak orang berhasil melatih otak mereka untuk melakukan prestasi yang mengagumkan pada memori dan penghitungan. Para pendeta Budha belajar mengubah suhu tubuhnya dengan mengendalikan gelombang otak melalui meditasi. Orang yang mengalami kerusakan pada otak mendapatkan kembali kemampuan otaknya yang hilang.
Pernah mendengar istilah “Use it or Lose It”? Artinya bahwa kita akan kehilangan kemampuan kita bila tidak terus dilatih sehari-hari. Otak mengubah strukturnya berdasarkan bagaimana kita paling sering menggunakannya dan perubahan struktur ini mengubah kinerja kita. Kemampuan kita meningkat ketika berlatih dan kita dapat kehilangan kemampuan yang kita abaikan.  
Pada pelajar, “use it or lose it” sangat terasa. Misalnya seorang pelajar membaca 30 menit tiap hari pada hari sekolah. Ketika liburan panjang tiba, ia hanya membaca 30 menit dalam seminggu. Otak pelajar itu berpikir bahwa koneksi neuron yang digunakan untuk membaca tidak diperlukan lagi. Otak akan mengubah koneksi neuron dan lebih mementingkan aktivitas yang dilakukan si pelajar pada saat liburan misalnya berolah raga, menonton TV dll. Ini disebut plastisitas kompetitif.
Perubahan ini bagus ketika pelajar menikmati liburannya, tapi tidak demikian ketika ia harus kembali bersekolah. Banyak anak mengalami penurunan kemampuan membaca atau bahkan kehilangan kemampuan matematikanya setelah liburan. Lambat laun, penurunan ini dapat terakumulasi. Prestasi pelajar SMU/SMK berkaitan erat dengan aktivitas pembelajaran yang dilakukan selama liburan. Pelajar yang mencapai prestasi tinggi saat lulus SMU/SMK biasanya meluangkan waktu selama liburan dengan belajar untuk menjaga atau meningkatkan kemampuan akademisnya

Sumber http://www.scilearn.com

Tiap kata, ekspresi wajah....

Every word, facial expression, gesture, or action on the part of a parent gives the child some message about self-worth. It is sad that so many parents don't realize what messages they are sending. 
- Virginia Satir


Tiap kata, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tindakan orang tua menyampaikan pesan kepada anak tentang harga diri. Sungguh menyedihkan bahwa begitu banyak orang tua tidak menyadari pesan apa yang mereka sampaikan. – Virginia Satir