HATI-HATI MEMARAHI ANAK ANDA!


“ Kamu jangan ribut!!! Diammmm!!!” seru seorang Ibu pada anaknya sambil mendorong pipi anaknya dengan kasar. Seketika itu juga si anak menangis dengan keras.

Banyak orang tua yang memarahi anaknya dengan penuh emosional. Mereka tidak menyadari tindakan tersebut berdampak negatif bagi perkembangan otak anak, karena berperan menciptakan lingkungan toksit.

Lingkungan yang toksik dapat membunuh sel-sel otak. Narkoba, alcohol, stres, konflik keluarga, bahkan kemarahan orang tua memacu produksi hormon stres (kortisol) pada otak anak.

Tahukah Anda jika kortisol dapat mengakibatkan kematian sel saraf otak, sehingga menurunkan jumlah sambungan antar sel saraf di otak. Dampaknya, berkurangnya sambungan self saraf merupakan penyebab utama penuaan.

Jadi pada dasarnya konflik dalam rumah tangga, kemarahan orang tua, tidak baik terhadap perkembangan otak anak. Oleh sebab itu kedua bentuk toksik tersebut harus diminimalisir sedemikian rupa. Jika Anda gemar memelihara hal tersebut sama saja Anda mengharapkan anak Anda untuk mengalami proses penuaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar