MENGAPA PERLU MEMBACAKAN CERITA UNTUK ANAK?


Kedua anak saya adalah kutubuku. Tidak hanya menikmati mereka juga sangat terampil dalam membaca, baik dari segi pemahaman maupun berpikir kritis.  Buku yang tebalnya lebih dari 500 halaman bisa diselesaikan sekitar 2 jam. 

Bahkan di akhir pekan, seribu halaman dilahap dalam sehari. Guru anak saya mengatakan bahwa ketrampilan baca anak saya yang berusia 9 tahun setara dengan anak 16 tahun. Tentu ini tidak lepas dari upaya saya menciptakaan kecintaan anak-anak saya untuk membaca buku.

Mengembangkan kecerdasan bahasa anak lewat membaca adalah investasi tak terkira. Selain memiliki anak-anak yang cinta baca, membaca bersama anak merupakan sarana penting untuk membangun hubungan batin. Memeluk anak dalam pangkuan, bersama melambungkan imajinasi merupakan salah satu kenangan terindah.

Banyak pertanyaan yang sering saya dapatkan di seputar membacakan anak:

Bagaimana membuat anak cinta membaca?  

Ada beberapa trik-trik yang menurut saya layak untuk dicoba dan saya tidak ragukan keefektifannya. Antara lain:
  • Mulai sedini mungkin membacakan anak cerita atau dongeng, bahkan yang paling ideal adalah sejak anak masih didalam perut.
  • Jadikan membaca sebagai salah satu rutinitas di rumah. Misalnya membaca sebelum tidur.
  • Perbanyak koleksi bacaan di rumah. Mungkin anda perlu memasukkan “pembelian/penyewaan buku” ke dalam budget rumah tangga.   
  • Cari buku-buku yang disukai anak. (Rekan-rekan juga bisa menggunakan cerita-cerita yang kami bagikan dalam blog ini)
Berapa lama anak perlu membaca setiap hari? Tergantung pada keinginan anak dan anda. Semakin sering membaca, tentu ketrampilan baca semakin baik pula. Saya sendiri berusaha untuk selalu menuruti kemauan anak dalam hal membaca. Itu seringkali berarti, membacakan lebih dari 25 cerita sekali duduk (=minimal 2 jam per hari).

Bagaimana cara membacakan anak? Perhatikan nada bicara anda. Apakah nada bicara anda “mengandung” pesan bahwa membaca adalah hal yang menyenangkan, sehingga nada suara anda hidup? Ataukah nada suara anda seolah “terpaksa” dan mengantuk? 

Semakin bervariasi nada suara, tinggi-rendah, lembut-keras, semakin hiduplah cerita yang anda baca. Juga, semakin jelaslah imajinasi yang diciptakan anak di benaknya.

Together we read…. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar